Kisah Desa Muhuran, Hanya Berjarak 2 Jam dari Tenggarong, Hidup Mandiri Tanpa Listrik 24 Jam
Kisah Desa Muhuran, Hanya Berjarak 2 Jam dari Tenggarong, Hidup Mandiri Tanpa Listrik 24 Jam
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Rita Noor Shobah
"Dijual Rp 5.600 per Kg gabah, mereka ada alat untuk jadikan beras. Tapi, tahun depan ( 2020 ) kita siap jual beras," imbuh Ahmad Nur.

Sejauh ini masyarakat baru dapat memanfaatkan lahan pertanian berupa sawah mencapai 158 Ha, dan masih ada sekitar 200 Ha sisa lahan yang dapat dimanfaatkan warga.
"Lahan yang ada semua punya warga, minimal warga punya lahan tani sekitar setengah Ha lebih," Kata Ahmad Nur yang telah empat tahun menjabat sebagai kepala Desa.
Belum Teraliri Listrik 24 Jam
Kendati warga Desa Muhuran terlihat harmonis, namun warga tetap mendambakan aliran listrik yang dapat digunakan nonstop.
Saat ini, 678 jiwa warga Desa Muhuran hanya dapat menggunakan listrik selama kurang lebih lima jam, dari pukul 18.00 - 23.00 Wita setiap harinya yang bersumber dari mesin disel yang dikelola Bumdes ( Badan Usaha Milik Desa ).
Per rumah dikenakan tarif Rp 5.000 per malamnya untuk kebutuhan membeli bahan bakar minyak ( BBM ) jenis solar.
Setiap malam dibutuhkan sekitar 56 liter solar.
Mendapatkan solar juga bukan perkara mudah, warga harus menempuh jarak sekitar 16 Km ke Kota Bangun.
Sesampainya di sana pun belum tentu mendapatkan solar.
"Solar sulit didapatkan, per liternya Rp 8.000 kalau di sini," ucap Kepala Desa Muhuran, Ahmad Nur, Minggu (10/11/2019).
Lanjut dirinya menjelaskan, sejak dirinya menjabat sebagai Kepala Desa, dirinya telah mengajukan permohonan pemasangan instalasi listrik sejak 2008 lalu, namun hingga saat ini belum terealisasi.

"Sampai sekarang belum bisa nikmati listrik 24 jam," imbuh Ahmad Nur.
Selain menginginkan aliran listrik 24 jam, warga juga menginginkan dermaga permanen sebagai sarana penghubung menuju Desa yang dipisahkan oleh Sungai Belayan.
Saat ini terdapat dermaga yang terbuat dari kayu dengan lima kapal feri kayu sebagai sarana penyebrangan.