Kisah Desa Muhuran, Hanya Berjarak 2 Jam dari Tenggarong, Hidup Mandiri Tanpa Listrik 24 Jam

Kisah Desa Muhuran, Hanya Berjarak 2 Jam dari Tenggarong, Hidup Mandiri Tanpa Listrik 24 Jam

Kisah Desa Muhuran, Hanya Berjarak 2 Jam dari Tenggarong, Hidup Mandiri Tanpa Listrik 24 Jam - pesta-rakyat-5-10112019.jpg
TRIBUNKALTIM.CO/ CHRISTOPER D
MUSISI LOKAL DI PESTA RAKYAT - Sejumlah kegiatan di desa Muhuran, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu (10/11/2019).
Kisah Desa Muhuran, Hanya Berjarak 2 Jam dari Tenggarong, Hidup Mandiri Tanpa Listrik 24 Jam - pesta-rakyat-1-10112019.jpg
TRIBUNKALTIM.CO/ CHRISTOPER D
PESTA RAKYAT - Sejumlah kegiatan di desa Muhuran, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu (10/11/2019)

Ahmad Nur juga berharap Desa yang dipimpinnya memiliki aula yang berfungsi untuk kegiatan, maupun pertemuan warga.

"PLN belum ada, dermaga permanen, dan aula, itu yang masih ingin kita adakan," jelas Ahmad Nur.

Pilot Project Kampung Iklim Plus

Yayasan Bioma dan Yayasan Bumi telah melakukan pendampingan di Desa Muhuran sekitar satu tahun terakhir.

Pendampingan dilakukan karena Desa Muhuran dinilai memiliki potensi disektor pertanian, perikanan dan kehutanan, yang dapat bersama-sama dikembangkan.

"Salah satunya bentuk wisata lingkungan. Tapi mereka harus bisa kenal jati dirinya.

Kebetulan di sini mereka punya tradisi sedekah bumi, syukuran panen hasil bumi dan kesenian," ucap Ketua Yayasan Bioma, Ahmad Wijaya, Minggu (10/11/2019).

Lanjut dirinya menjelaskan, potensi lain yang dapat dikembangkan yakni wisata agro, termasuk wisata kuliner, serta potensi pemanfaatan limbah hutan dan pertanian.

"Makanya kita juga kalaborasi dengan Fahutan Unmul untuk pemanfaatan limbah dan energi terbarukan. Bisa juga dijadikan laboratorium sosial," tutur Ahmad Wijaya.

"Pendampingan yang kita lakukan sifatnya volunteer saja, ketika ada waktu luang, kita datang untuk diskusi dengan warga, terlebih jaraknya dengan Samarinda tergolong mudah ditempuh," sambung Ahmad Wijaya.

Selama pendampingan dilakukan, telah terbuat peta rencana tata ruang wilayah.

Peta tersebut berisi mengenai kawasan pemanfaatan pertanian, konservasi hutan, pengembangan wilayah dan pengembangan ekowisata.

Untuk diketahui, Kalimantan Timur ( Kaltim ) menjadi provinsi pertama di Indonesia menjadi provinsi percontohan program penurunan emisi.

Pada program tersebut, dipilih 150 Desa untuk dijadikan kampung prioritas yang dinamakan kamping Iklim Plus sesuai dengan Permen LH RI Nomor 84 tahun 2016 tentang Program Kampung Iklim.

"Plusnya mereka bisa menjaga, dan komitmen," imbuh Ahmad Wijaya.

Program penurunan emisi sendiri baru dimulai tahun depan ( 2020 ).

Namun, dirinya melihat Desa Muhuran lebih maju beberapa langkah dari Desa lainnya.

"Bulan depan baru kita minta persetujuan warga, Desa ini bisa jadi pilot project," pungkas Ahmad Wijaya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved