Sebabkan Antrean BBM, Polres Berau Tangani Tujuh Kasus BBM Ilegal, Sebagian Pelaku Para Pengetap

Sebabkan Antrean BBM, Polres Berau Tangani Tujuh Kasus BBM Ilegal, Sebagian Pelaku Para Pengetap

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen
Tidak hanya merazia para pengetab di SPBU. Polisi juga melakukan penggeledahan di rumah-rumah warga yang dijadikan tempat menimbun BBM. 

Sehingga, saat ini kasus yang diungkap dan ditangani Polres Berau, bisa dibilang nyaris melampaui target hingga 100 persen.

Soal kelangkaan BBM yang terjadi beberapa hari terakhir, Polres Berau mengaku telah menindaklanjutinya dengan menggelar razia dan penertiban pengetap di SPBU.

Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pengelola Jobber di Maluang, tempat cadangan kuota BBM disimpan.

AKP Rengga Pispo Saputro mengatakan, di Kabupaten Berau mengalami kelangkaan karena keterlambatan distribusi.

Saat ini, Polres Berau melakukan pengawasan distribusi di sejumlah SPBU.

Rengga Puspo Saputro mengimbau para pengetap, untuk mencari mata pencaharian lain yang tidak mengganggu kepentingan masyarakat.

Bangun Dua SPBU di Berau

Sebelumnya, aktivitas para pengetap bahan bakar minyak atau BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum  atau SPBU Kabupaten Berau kian meresahkan.

Antrean panjang menjadi pemandangan sehari-hari. Keluhan masyarakat yang dilontarkan secara langsung, maupun melalui media sosial dari berbagai platform seolah luput dari perhatian.

"Sampai kapan kondisi SPBU kita seperti ini (antrean mengular). Bensin, solar bersubsidi selalu dipenuhi pengetap.

Bagaimana nelayan tidak mengeluh kesulitan mendapat BBM," kata Samsul yang mengaku berpofresi sebagai nelayan.

 Kapolres Kutai Timur Tegaskan akan Menindak Pengetap yang Isi BBM di SPBU Berulang-ulang

 Pemkab Kutai Timur akan Menindak Tegas Para Pengetap yang Mengisi BBM Berkali-kali, Ini Alasannya

 Keluhkan Pengetap di Sangatta, Warga Keluhkan Antre Berjam-jam dan Kehabisan BBM

 Masyarakat Mengeluh Maraknya Pengetap di SPBU Sangatta, Sepeda Motor bisa Bawa Drum Beli BBM

Samsul mengatakan, sebagai nelayan tradisional, dirinya hanya membutuhkan BBM sekitar 20 liter untuk mencari ikan di sungai, dengan perahu mesin tempel miliknya.

Di sekitar SPBU, memang banyak pedagang yang menjual BBM eceran. Tapi harganya lebih mahal, sama dengan harga BBM non subsidi.

Satu jerigen BBM jenis premium misalnya, dijual Rp 120 ribu per liter.

"Tapi mau tidak mau, kami beli. Karena kalau antre di SPBU seharian, kapan kami menangkap ikan," ujarnya dengan nada kesal.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved