Kabar Buruk Anies Baswedan, Perbuatannya Soal TGUPP Ini Dinilai Langgar Hukum, Terancam Kena Sanksi

Pengacara Otto Cornelis (OC) Kaligis menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kabar Buruk Anies Baswedan, Perbuatannya Soal TGUPP Ini Dinilai Langgar Hukum, Terancam Kena Sanksi
Kolase Tribunnews
Bambang Widjojanto dan Anies Baswedan 

TRIBUNKALTIM.CO - Kabar buruk Anies Baswedan, perbuatannya soal TGUPP Ini dinilai melanggar hukum, digugat dan terancam kena sanksi.

Pengacara Otto Cornelis (OC) Kaligis menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

OC, yang kini Terpidana kasus suap, meminta Anies Baswedan memecat Bambang Widjojanto alias BW yang saat ini menjadi anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan ( TGUPP).

Mengenal Anak Chairul Tanjung jadi Staf Khusus Jokowi, Tidak Jago Matematika, Pernah Ditolak Ini 

Anak Buah Jokowi Sebut Prabowo Sangat Mungkin Dipecat dari Kursi Menteri, Begini Reaksi Najwa Shihab

Presiden Jokowi Ditegur Tokoh Dunia Berulangkali, Hati-hati Gunakan Batu Bara, Begini Jawabannya 

Di TGUPP, Bambang menjadi Ketua Komite Pencegahan Korupsi.

Gugatan tersebut telah didaftarkan di PN Jakarta Pusat pada Juli lalu dengan nomor 397/Pdt.G/2019/PN Jkt.Pst.

Sidang perdana telah dilaksanakan pada 6 Agustus.

Kasus itu sempat mediasi tetapi mediasi tidak berhasil.

OC Kaligis
OC Kaligis (KOMPAS/AGUS SUSANTO)

Agenda sidang replik atau jawaban penggugat akan diadakan pada 26 November ini.

OC Kaligis menilai perbuatan Anies melawan hukum dengan mengangkat Bambang sebagai salah satu anggota TGUPP.

“Akibat perbuatan-perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tergugat (Anies), maka penggugat (Kaligis) mengalami kerugian materiil sebesar Rp 1.000.000,” bunyi petitum gugatan OC.

Karena itu, OC meminta hakim mengabulkan gugatan yang diajukannya dengan membayar kerugian tersebut.

“Mengabulkan gugatan yang diajukan oleh penggugat untuk seluruhnya. Menghukum tergugat (Anies) untuk membayar ganti kerugian kepada penggugat atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tergugat (Anies),” lanjut OC Kaligis dalam petitum itu.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto (Tribunnews/Dany Permana)

Bambang menyebut OC Kaligis hanya mencari panggung dengan argumennya.

Bambang menilai apa yang digugat OC Kaligis tidak benar, bahkan keliru.

“Argumen-argumen mengada-ada. Dia lagi cari panggung dengan argumen-argumen yang ada,” kata Bambang.

Bambang enggan menanggapi gugatan Kaligis menyangkut pengangkatannya sebagai anggota TGUPP.

“OC punya kemampuan menemukan ide kayak gitu. Sekarang basis argumennya itu tidak jelas juga. Dia selalu mencari-cari gitu kan? Persoalannya jadi personalisasi kayak gitu,” ujar Bambang.

Berita lain:

DPRD DKI: Anggota TGUPP Rata-rata adalah Tim Sukses Anies

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyatakan, anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan ( TGUPP) DKI Jakarta kebanyakan merupakan tim sukses Gubernur DKI Anies Baswedan pada Pilkada DKI 2017.

Gembong pun mengkritik anggaran untuk gaji anggota TGUPP yang dialokasikan dalam rancangan kebijakan umum anggaran-prioritas plafon anggaran sementara ( KUA-PPAS) untuk anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020 pada pos Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda).

"Yang terjadi sekarang kan hanya menempatkan tim-tim sukses kemarin, rata-rata adalah tim sukses ( Anies) semua. Bohonglah kalau tidak seperti itu," ujar Gembong dalam rapat pembahasan rancangan KUA-PPAS di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Jika Anies merasa memerlukan TGUPP, kata Gembong, anggota TGUPP sebaiknya digaji menggunakan dana operasional Anies sebagai gubernur.

Dia kemudian membandingkan anggaran TGUPP dengan anggaran-anggaran lain yang dikurangi dalam rancangan KUA-PPAS.

"Kami tidak ada masalah, tapi pergunakan saja alokasi dari dana operasional gubernur. Ini kan penghematan. Yang lain suruh hemat-hemat, tapi ini justru sebaliknya," kata dia.

Menurut Gembong, tugas anggota TGUPP tak sesuai nama yang seharusnya mempercepat pembangunan Jakarta.

Dia menghambat TGUPP justru memperlambat pembangunan karena anggotanya yang banyak.

"Judulnya tim percepatan, (tetapi) dengan jumlah yang begitu banyak, maka bukan percepatan, Pak Gubernur mendapatkan informasi dari 70 sekian orang, bukan tambah cepat, tapi justru tambah lambat," ucap Gembong.

Bappeda DKI mengusulkan anggaran TGUPP sebesar Rp 19,8 miliar dalam rancangan KUA-PPAS 2020.

Beberapa anggota Komisi A mempersoalkan anggaran itu dan mempertanyakan kinerja anggota TGUPP.

Komisi A belum menyetujui ataupun menolak anggaran tersebut.

Ketua Komisi A Mujiyono meminta Bappeda mengkomunikasikan anggaran itu terlebih dahulu kepada Anies.

Catatan Kompas.com, sejumlah anggota TGUPP merupakan anggota dewan pakar Anies dan Sandiaga Uno pada Pilkada DKI 2017.

Ada juga anggota tim sinkronisasi Anies-Sandiaga yang dibentuk untuk menyusun program-program sesuai janji kampanye saat keduanya ditetapkan sebagai gubernur dan wagub DKI.

Saat TGUPP dibentuk, Anies-Sandiaga memilih mantan Direktur PLN Amin Subekti sebagai Ketua TGUPP.

Marco Kusumawijaya, Bambang Widjojanto, dan Rikrik Rizkiyana menjadi ketua bidang di TGUPP.

Bambang Widjojanto merupakan ketua dewan pakar Anies-Sandiaga, sementara Rikrik merupakan anggota dewan pakar, dan Marco adalah anggota tim sinkronisasi.

Juru bicara Anies-Sandiaga semasa kampanye Pilkada DKI 2017, Naufal Firman Yursak, juga menjadi anggota TGUPP.

Rikrik kini tak lagi menjadi anggota TGUPP.

Dia sudah diangkat menjadi Ketua Dewan Pengawas Perumda Pasar Jaya, salah satu badan usaha milik Pemprov DKI.

Anggota tim sinkronisasi lainnya, Hanief Arie Setianto, juga pernah menjadi anggota TGUPP.

Kini dia menduduki jabatan direktur pengembangan bisnis PT Jakarta Propertindo, yang juga badan usaha Pemprov DKI.

Anggota dewan pakar Achmad Izzul Waro juga pernah menjadi anggota TGUPP.

Izzul kini menjadi direktur pelayanan dan pengembangan PT Transjakarta.

Peringkat Kinerja Penelitian 100 Perguruan Tinggi Rilis, Kampus Anies Baswedan Kalahkan Ridwan Kamil

Kabar Buruk Anies Baswedan, 3 Kepala Daerah Ini Bisa Pengganjal Jadi Presiden RI, Masuk Nominasi LSI

Korban Penggusuran di Sunter Tagih Janji Anies Saat Kampanye, Ngaku Pendukungnya Tapi Kok Digusur

Kabar Buruk Anies Baswedan Bisa Ditinggal Gerindra Usai Prabowo Subianto ke Jokowi, Bagaimana PKS?

(*)

Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved