Selama Setahun Kasus Stunting di Balikpapan Menurun Drastis, Sisa 741 Kasus
Selama Setahun Kasus Stunting di Balikpapan Menurun Drastis, Sisa 741 Kasus
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Samir Paturusi
Setiap Puskesmas akan diupayakan untuk memperhatikan tugas promotif dan preventifnya lebih menonjol.
"Supaya masyarakat Balikpapan tetap sehat dan tidak banyak yang berobat sehingga biaya kesehatannya dapat ditekan dan BPJS Kesehatan tidak lagi defisit seperti sekarang," ungkapnya.
Canangkan Program Minum Tablet FE
Sebelumnya, Dinas Kesehatan kota Balikpapan mencanangkan program minum tablet FE untuk remaja putri dan calon pengantin dalam rangka mencegah kasus stunting
"Stunting adalah kondisi di mana anak lebih pendek dari usia rata rata berdasarkan skala WHO" ujar Andi Sri Juliarty selaku Kepala Dinas Kesehatan kota Balikpapan, Jumat (18/10/2019)
Anak yang menderita stunting akan berpengaruh kepada tingkat kecerdasannya. Ia tidak ingin balita yang nantinya menjadi generasi muda, tingkat kecerdasannya rendah.
Jika tingkat kecerdasan rendah, otomatis tingkat produktivitas juga rendah
"Kalau produktivitas rendah ketahanan bangsa akan turun. Kita akan susah bersaing dalam skala global" ujar Andi Sri Juliarty.
Stunting harus dicegah dari sekarang. Salah satu yang dilakukan dengan menyehatkan remaja dan calon ibu.
"Jadi remaja dan calon pengantin harus sehat. Bukan pada saat hamil baru kasih vitamin.
Pendekatan dilakukan secara mundur, dimulai dari remaja.
Maka hari ini bapak Walikota Balikpapan Rizal Effendi mecanangkan minum tablet FE tambah darah, di
seluruh sekolah untuk remaja putri setiap hari jumat.
Warga Berpikir Tumbuh Kerdil Karena Faktor Genetik
Diberitakan sebelumnya, kasus balita tumbuh kerdil atau stunting di Bontang, Kalimantan Timur cukup tinggi.
Mengacu data melalui aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat ( e-PPGBM )