Temu Relawan, PMI Berau Kalimantan Timur Boyong Berbagai Penghargaan
Temu relawan, PMI Berau Kalimantan Timur Boyong Berbagai penghargaan. PMI Berau memborong sejumlah penghargaan, di antaranya juara 2 Pos Briefing.
"Dalam menyusun program kerja, kami selalu mengacu kepada visi misi PMI secara keseluruhan. Hanya saja memang ada beberapa evaluasi yang perlu kami lakukan agar kegiatan tersebut dapat terprogram dengan baik, dari segi waktu maupun pendanaan. Juga pengembangan-pengembangan terkait pelayanan darah di UTD," jelasnya, Minggu (1/12/2019).
Dalam Mukerprov tahun 2019 ini, PMI Kabupaten Berau diwakili 4 orang, di antaranya H.M.Hatta Basrie, Sekretaris PMI Berau. Murni yang menjabat Bidang Relawan, Yusriansyah dari Bidang Organisasi dan Yudhi Rizal yang menangani Bidang Penanggulangan Bencana.
Mukerprov kali ini membahas tentang evaluasi program kerja tahun 2019 dan menetapkan rencana program kerja tahun 2020, hubungan tata kerja PMI dan Unit Transfusi Darah serta persiapan mengikuti Musyawarah Nasional XXI PMI tahun 2019 yang akan berlangsung pertengahan Desember nanti untuk memilih Pengurus Pusat PMI yang baru.
Di tengah kegiatan Mukerprov juga diisi dengan penandatanganan MoU antara PMI Provinsi Kaltim dengan Bankaltimtara, BPD PHRI Kaltim dan DPD IWAPI Kaltim untuk mendukung program kerja PMI Kaltim.
Ketua PMI Kaltim, Sayid Irwan mengatakan bahwa Mukerprov ini merupakan kegiatan rutin yang harus terus dilakukan agar terjalin kesamaan visi antara Provinsi dan Kab/Kota.
"Jadi Kab/Kota dalam menyusun program kerja nya di tahun 2020 dapat menyesuaikan dengan Provinsi, agar sinkron dan sejalan sehingga dapat sama-sama mewujudkan visi misi PMI yang telah di tetapkan", imbuhnya.
Sementara itu Kepala Markas Provinsi Kaltim, Mesdiono MS mengatakan bahwa ke depannya PMI Kab/Kota akan diberikan Bimtek tentang Perencanaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (PMER) agar memudahkan dalam menyusun program kerja.
"PMER merupakan suatu sistem yang dijalankan PMI yang membantu dalam menyusun program kerja, memonitor, mengevaluasi dan membuat pelaporan, sehingga program kerja yang dibuat dapat tertata dengan baik mulai Kab/Kota, Provinsi sampai ke Pusat", katanya.
Sejarah PMI 17 September
Pada 21 Oktober 1872, Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan organisasi Palang Merah di Indonesia bernama Het Nederland-Indiche Rode Kruis (NIRK) yang kemudian berganti nama menjadi Nederlands Rode Kruiz Afdelinbg Indie (NERKAI).
Semangat untuk mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) muncul di tahun 1932.
Dipelopori oleh dokter RCL Senduk dan Bahder Djohan.
Keduanya mengajukan proposal pendirian PMI saat Kongres NERKAI di tahun 1940 namun ditolak.
Saat pendudukan Jepang, proposal tersebut kembali diajukan namun tetap ditolak.
Barulah setelah Indonesia merdeka, yaitu pada 3 September 1945 Presiden Soekarno memerintahkan Menteri Kesehatan dokter Buntaran Martoatmodjo membentuk Palang Merah Nasional untuk menunjukkan pada dunia internasional bahwa Indonesia telah merdeka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pmi-berau-nuhya.jpg)