Berikut Beberapa Amalan Saat Ada Petir Disertai Angin Kencang dan Hujan Deras Diajarkan Rasulullah
Berikut Beberapa Amalan Saat Ada Petir Disertai Angin Kencang dan Hujan Deras Diajarkan Rasulullah
TRIBUNKALTIM.CO - Berikut beberapa amalan saat ada petir disertai angin kencang & hujan yang diajarkan Rasulullah
Masyarakat patut mewaspadai cuaca ekstrem yang boleh jadi sesekali datang mendera.
Selain berupaya menghindari tempat - tempat rawan sambaran petir dan angin kencang, ada upaya lain yaitu berdoa.
Dikutip dari Tribunstyle.com, untuk umat Muslim, ada panduan doa khusus seperti yang diajarkan Rasulullah yang sudah dirangkum dari
berbagai sumber.
• Berikut Sejumlah Amalan-amalan Sunah Hari Jumat & Keutamaannya, Membaca Surah Al-Kahfi, Bersedekah
• Maret 2020 Presiden Jokowi Resmikan Tol Balikpapan-Samarinda, Isran Noor Beber Masih Ada Tanah Labil
• Berikut ini Pengaruh Jam Tidur Bagi Kesehatan Tubuh, Simak Berapa Waktu Tidur yang Anda Butuhkan
Berikut beberapa amalan saat hujan yang dikutip dari rumaysho.com:
Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,
إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an”
[Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari no. 1032)
Ibnu Baththol mengatakan, ”Hadits ini berisi anjuran untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.”
(Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 5: 18, Asy Syamilah)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu saat pernah meminta diturunkan hujan.
Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a,
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari
[Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].” (HR. Bukhari no. 1014)
Syaikh Sholih As Sadlan mengatakan bahwa do’a di atas dibaca ketika hujan semakin lebat atau khawatir hujan akan membawa dampak bahaya.
(Lihat Dzikru wa Tadzkir, Sholih As Sadlan, hal. 28, Asy Syamilah)
Kemudian ketika petir menyambar-nyambar ada tuntunan lain untuk berdoa.
Dalam kitab al-Muwaththa’ malalui sanad yang shahih disebutkan, kala mendengar guruh (halilintar) Rasulullah menghentikan pembicaraan lalu berucap:
سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
Subhânal-ladzî yusabbihur ra‘du bihamdihi walmalâ-ikatu min khîfatihi
Artinya: "Mahasuci (Allah) Dzat yang guruh itu bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya.
Dalam riwayat lain dengan sanad yang dla‘îf (lemah), doa lain Rasulullah saat mendengar guruh adalah:
اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنا بِغَضَبِكَ ولا تُهْلِكْنا بِعَذَابِكَ وَعافِنا قَبْلَ ذلكَ
Allahumma lâ taqtulnâ bighadlabika walâ tuhliknâ bi‘adzâbika wa ‘âfina qabla dzâlika
Ya Allah, jangan Kau bunuh diri kami dengan murka-Mu, dan jangan Kau rusak diri kami dengan siksa-Mu, dan maafkanlah kami sebelum semua itu.
Jika doa yang kedua menunjukkan kecemasan akan murka dan mati sebelum dosa-dosa terampuni, maka yang pertama tidak demikian.
Doa yang pertama mengesankan adanya kesadaran bahwa guruh dan malaikat pun bertasbih dan memuji Allah.
Keduanya sunnah diamalkan sebagai bentuk dzikir kepada-Nya.
(Bangkapos.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tribun-bali-istimewa-ilustrasi-petir.jpg)