Dishub Balikpapan dan Polantas Berlakukan Sistem Buka Tutup Jalan Saat Malam Tahun Baru

Malam pergantian tahun baru 2020 nanti diprediksi bakal terjadi kepadatan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan di kota Balikpapan.

Penulis: Zainul | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Sudirman Djayaleksana, Kepala Dinas Perhubungan kota Balikpapan. 

"Operasi lilin tahun 2019 merupakan operasi Kepolisian, terpusat yang akan dilaksanakan selama 10 hari, mulai hari Senin tanggal 23 Desember/ Rabu 1 Januari 2020 tahun 2019," ucapnya.

Ia menambahkan, fokus pengamanan sendiri terdapat 61.308 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Apel pelaksaan kegitan Operasi lilin Mahakam 2019 di lapangan SPN Brimob Polda Kaltim.
Apel pelaksaan kegitan Operasi lilin Mahakam 2019 di lapangan SPN Brimob Polda Kaltim. (HO-HUMAS POLDA KALTIM/SANGIDUN)

"Baik gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, objek perayaan Tahun Baru, terminal, pelabuhan, stasiun, kereta api dan Bandara," ujarnya. 

Sementara itu jumlah personel yang dikerahkan sebanyak 2.468 personel gabungan mulai dari satuan polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam Kebakaran, Linmas, Senkom dan instansi lainnya.

BACA JUGA

Siaga SAR Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Basarnas Kaltimra Bentuk 16 Pos dan Siaga 100 Personel

Hadiri Natal di GKII Sekolaq Muliaq, Bupati Kubar Minta Gereja Lebih Berperan dalam Pembangunan

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Berau Perketat Tempat Wisata dan Rumah Ibadah

Kekuatan personel tersebut akan ditempatkan pada 1.792 titik pos pengamanan, 745 pos pelayanan dan 45 pos titik terpadu.

Kendati demikian, Muktiono menegaskan bahwa strategi yang diterapkan dalam Operasi Lilin Mahakam 2019 ini adalah mengedepankan, tindakan preentif dan preventif yang didukung dengan kegiatan intelijen berupa deteksi dini dan deteksi aksi serta penegakan hukum secara tegas dan profesional .

"Ada 12 potensi kerawanan yang harus kita antisipasi yaitu, aksi terorisme, kejahatan, konvensional, kemacetan lintas, kecelakaan transportasi, sweeping ormas, aksi penolakan peribadatan, kenaikan harga sembako,

konflik sosial, dan tawuran bencana alam, konvoi dan balap liar kebakaran akibat petasan serta pesta narkoba ataupun minuman keras," tegasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, ia menegaskan seluruh Kasatwil harus dapat bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait,

untuk menentukan langkah antisipasi proaktif dan menerapkan strategi yang tepat mengatasi gangguan yang ada. (*)

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved