Senin, 20 April 2026

Surplus Tutup Tahun 2019, Bapenda Kaltim Klaim Lampaui Target Pendapatan Daerah, Optimis Hadapi 2020

Surplus tutup tahun 2019, Bapenda Kaltim klaim lampaui target pendapatan daerah, optimis hadapi 2020.

Ho Humas Bapenda Kaltim
Kepala Bapenda Kaltim, Ismiati 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -- Surplus tutup tahun 2019, Bapenda Kaltim klaim lampaui target pendapatan daerah, optimis hadapi 2020.

Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda ) Kaltim optimistis pendapatan daerah di 2020 meningkat.

Kepala Bapenda Kaltim, Ismiati mengaku yakin potensi target pendapatan daerah bisa terwujud.

Hal ini menyusul tren ekonomi daerah dan nasional tumbuh positif.

Kepada Tribun, Ismiati mengatakan pada 2019 kemarin Bapenda Kaltim berhasil menutup buku tahunan kondisi surplus.

BACA JUGA

Bantaran Sungai Karang Mumus Samarinda Dikucur Rp 16 Miliar, Penurapan Terhambat Rumah Warga

Gara-gara Retribusi di Pantai Manggar Naik Rp 250 Ribu/Bulan, Banyak Pedagang Menunggak Sejak 2016

Perkuat Layanan Command Center, Kantor Diskominfo, Statistik dan Persandian Tarakan Dipindahkan

Menyambut Tahun Baru 2020, Himas Kaltim Gelar Pengajian dan Dzikir Bersama

Capaian pendapatan daerah melebihi dari target yang ditentukan.

Realisasi pendapatan daerah 2019 sebanyak Rp 11,50 triliun.

Nilai tersebut setara 103,30 persen dari target yang ditentukan. Kaltim menerima tambahan dana sekitar Rp 367 miliar.

"Realisasi Pendapatan Daerah hingga akhir tahun 2019 mencapai 103,30 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 11,13 triliun," ujar Ismiati.

Kepala Bapenda Kaltim, Ismiati
Kepala Bapenda Kaltim, Ismiati (Ho Humas Bapenda Kaltim)

Komponen pendapatan tertinggi bersumber dari Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) sebesar Rp 6,43 triliun.

Kemudian disusul dari pos pendapatan dana perimbangan Rp 5,12 triliun serta Lain-Lain Pendapatan Yang Sah Rp 30,22 miliar.

Sayangnya, Ismi tak merinci potensi pendapatan 2020 ini.

Kendati demikian, Bapenda berkomitmen bakal meningkatkan sosialiasi dan inovasi untuk mengerek pendapatan daerah. "Serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

BACA JUGA

Penerbangan Batik dan Wings Air yang Batal dari Bandara Halim, Ada Rute Balikpapan Samarinda Tarakan

Balikpapan Mati Air Lagi di Awal Tahun Baru 2020, PDAM Upayakan Hanya 1 Hari, Ini Wilayah Terdampak

Hari Libur Tahun Baru 2020, Tiga Pantai di Penajam Paser Utara Dipadati Pengunjung, Ini Imbauan BPBD

Nelayan Nunukan Diterkam Buaya saat Cari Udang di Sungai, Tubuh Korban Diseret Langsung Menghilang

Tercatat 551 Frekuensi Penerbangan Subsidi Ongkos Angkut di APBD Provinsi di 2019

Sementara itu diberitakan sebelumnya,  sebanyak 551 frekuensi penerbangan  yang dibiayai dari Subsidi Ongkos Angkut di APBD Provinsi di 2019 

Program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) yang digelontorkan Pemprov Kalimantan Utara tahun 2019 diakui Dinas Perhubungan Kalimantan Utara sudah terealisasikan 100 persen.

Sebanyak 18 rute pulang pergi. Empat rute di Nunukan dan 14 rute di Malinau dijelajahi sepanjang 2019.

Di Kabupaten Nunukan terealisasikan 186 penerbangan sepanjang Mei-November 2019. Yang mencakup 4 (empat) rute yaitu Tanjung Selor-Long Bawan (Krayan), Long Bawan-Tanjung Selor, Tarakan-Long Bawan, Long Bawan-Tarakan.

"Rute penerbangan dari dan ke Long Bawan, Kecamatan Krayan, memang selalu ramai," sebut Andi Nasuha, Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Kalimantan Utara, Kamis (2/1/2020).

Adapun di Kabupaten Malinau, sepanjang April-November, sebanyak 365 penerbangan. Frekuensi bulan Oktober adalah yang teramai, sebanyak 70 penerbangan.

Kata Andi, program SOA menjadikan kegiatan masyarakat lebih lancar. Misalnya untuk keperluan anak-anak muda di daerah perbatasan mengenyam pendidik di luar.

Dampak ekonomi bagi masyarakat juga cukup tinggi.

Ia berharap tahun 2020 ini banyak penyedia jasa penerbangan yang tertarik mengikuti tender kegiatan SOA. Hal itu untuk mengantisipasi tidak terjadinya kekosongan maskapai yang bisa menghambat kegiatan SOA.

Sebab selama ini kata Andi program SOA sudah menjadi kebutuhan masyarakat perbatasan yang hendak bepergian dari dan ke perbatasan. Subsidi yang digelontorkan juga menekan harga tiket.

"Kalau tarif normal kan harga tiketnya mahal," ujarnya. 

Sehingga menurutnya, SOA penerbangan masih dibutuhkan di Kalimantan Utara.

Mengingat banyak daerah-daerah terpencil di perbatasan yang belum bisa diakses menggunakan jalur darat. Tumpuan utama masyarakat adalah jasa transportasi udara.

Adapun dari APBN, terkucur anggaran SOA sebesar Rp 45 miliar yang mencakup rute Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara juga dilaporkan sudah tuntas 100 persen.

Harga tiket tertinggi SOA APBN 2019 adalah rute Tarakan - Long Bawan seharga Rp 460.500 dan sebaliknya. Sedang tarif terendah adalah rute Malinau - Long Pujungan Rp 229.600 dan sebaliknya. 

BACA JUGA

Malam Ini Jembatan Mahakam IV Diresmikan, Harus Bersabar Karena Pukul 23.00 Wita Baru bisa Dilalui

BREAKING NEWS Diresmikan, Malam Ini Pukul 19.00 Wita Jembatan Mahakam IV bisa Dilalui Kendaraan

Sehari Pasca Libur Tahun Baru, Kantor Jiwasraya Balikpapan Terpantau Lengang

Pemerintah Bakal Gratiskan Penerbitan Sertifikat Halal bagi Pelaku UMKM, Ini Kata Kemenag Balikpapan

Berikut rute, tarif, dan jadwal penerbangan perintis APBN di Kalimantan Utara & Kalimantan Timur (pulang-pergi) 2019: 

1. Tarakan - Long Bawan Rp 460.500 
Pekan I & III: Senin, Rabu, Jumat, Sabtu
Pekan II & IV: Senin, Rabu, Jumat, Sabtu

2. Long Bawan - Malinau Rp 415.000
Pekan I & III: Senin, Rabu, Jumat, Sabtu
Pekan II & IV: Senin, Rabu, Jumat, Sabtu

3. Long Apung - Malinau Rp 388.000
Pekan I & III: Selasa, Kamis, Sabtu
Pekan II & IV: Selasa, Kamis

4. Long Apung - Tanjung Selor Rp 388.000
Pekan I & III: Senin, Jumat
Pekan II & IV: Senin

5. Long Bawan - Nunukan Rp 415.500
Pekan I & III: Senin, Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu
Pekan II & IV: Senin, Kamis, Jumat, Sabtu

6. Tanjung Selor - Long Bawan Rp 429.800
Pekan I & III: Rabu
Pekan II & IV: Rabu

7. Tarakan - Maratua Rp 412.100
Pekan I & III: Selasa
Pekan II & IV: Selasa

8. Maratua - Kalimarau Rp 272.500
Pekan I & III: Selasa
Pekan II & IV: Selasa

9. Malinau - Long Layu Rp 272.500
Pekan I & III: Rabu 
Pekan II & IV: Rabu

10. Malinau - Binuang Rp 272.500
Pekan I & III: Senin
Pekan II & IV: Senin

11. Malinau - Mahak Baru Rp 389.100
Pekan I & III: Kamis
Pekan II & IV: Kamis

12. Malinau - Data Dian Rp 344.000
Pekan I & III: Rabu
Pekan II & IV: Rabu

13. Malinau - Long Sule Rp 389.100
Pekan I & III: Kamis
Pekan II & IV: Kamis

14. Malinau - Long Pujungan Rp 229.600
Pekan I & III: Senin
Pekan II & IV: Senin

15. Malinau - Long Alango Rp 252.700
Pekan I & III: Selasa
Pekan II & IV: Selasa

16. Samarinda - Long Apung Rp 463.400. Sebaliknya Rp 458.000
Pekan I & III: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu
Pekan II & IV: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu

17. Samarinda - Data Dawai Rp 473.000. Sebaliknya Rp 432.000
Pekan I & III: Senin, Rabu, Jumat
Pekan II & IV: Senin, Rabu, Jumat

18. Data Dawai - Melak Rp 334.100. 
Pekan I & III: Senin, Jumat
Pekan II & IV: Senin, Jumat

19. Samarinda - Muara Wahau Rp 376.700. Sebaliknya Rp 362.700
Pekan I & III: Selasa, Sabtu
Pekan II & IV: Selasa, Sabtu (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved