Tarif Tol Balsam
Minta Tarif Tol Balsam Rp 50 Ribu, Ketua Komisi III DPRD Kaltim: Itu Tarifnya Kemahalan
Desas desus nominal tarif Jalan Tol Balikpapan Samarinda ( Tol Balsam ) per kilometer sudah santer tersiar di tengah masyarakat Kalimantan Timur.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Desas desus nominal tarif Jalan Tol Balikpapan Samarinda ( Tol Balsam ) per kilometer sudah santer tersiar di tengah masyarakat Kalimantan Timur.
Namun, nilai tersebut dinilai berat oleh parlemen Karang Paci, DPRD Kaltim.
Apabila diberlakukan nantinya, setiap pemilik kendaraan harus membayar kurang lebih Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.
Apabila melalui jalan bebas hambatan pertama di Kalimantan tersebut.
Nilai tersebut tergantung dengan jenis kendaraannya.
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kaltim, Hasanuddin Masud mengungkapkan.
Baca Juga:
• Soal Tarif Retribusi Tambat, Speedboat Reguler Berhenti, Dishub Kaltara Beber Raperda Inisiatif DPRD
• Pelayaran Masih Mogok, 6 Januari Pengusaha Speedboat Rapat dengan DPRD Kaltara, Bahas Soal Ini
• Tak Ada Sosialisasi Kenaikan Tarif Tambat, Pengusaha Speedboat Sayangkan Sikap Pemprov Kaltara
• Pemprov Kalimantan Utara Terjunkan Empat Speedboat, Cara Mengurai Penumpang Tanjung Selor Tarakan
Nilai yang ditawarkan tersebut sangat memberatkan masyarakat nantinya.
Untuk itu, ia meminta, agar nantinya tarif tersebut ditentukan.
“Kalau menurut saya, itu tarifnya kemahalan. Harusnya, untuk pertama ini semua tarif itu harus murah,” ujarnya saat diwawancarai Tribunkaltim.co melalui telepon selularnya, pada Senin (6/1/2020), sore.
“Ya minimal setengah harganya dulu lah," katanya.
BACA JUGA:
• Menteri Suharso Monoarfa Beber Agenda Lahirnya Badan Otorita Ibu Kota Negara Indonesia di Kaltim
• Masih Ada Sekolah Pinjam Kursi, Disdikpora PPU Siapkan Rp 32 Miliar Untuk Pengadaan Kursi dan Meja
• Bendera Merah Iran Berkibar setelah Jenderalnya Dibunuh, Ini Artinya, Tanda Perang dengan Amerika?
• Dua Komandan Lantamal XIII Tarakan Berganti, Ini Nama dan Jabatannya
Kalau yang ditetapkan Rp 1.000/kilometernya jadi hanya Rp 500/perkilometernya.
"Artinya, kalau yang seharusnya membayar Rp 100 ribu jadi hanya membayar Rp 50 ribu saja,” lanjutnya.
Semisal, dibeberkan Hasanuddin, tarif yang ditetapkan senilai Rp 1.000/kilometer sampai Rp 3.000/kilometer.
Maka bisa berdampak pada keberatannya masyarakat Kaltim yang menggunakan jalan tersebut.
Sebab, nilai yang ditetapkan cukup mahal.
Baca Juga:
• BREAKING NEWS Speedboat Reguler di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan Mogok Beroperasi, Ini Penyebabnya
• Speedboat Reguler di Tarakan Kaltara Mogok Jalan, Penumpang Tetap Ramai Dilayani Speedboat 200 PK
• Pelayaran Masih Mogok, 6 Januari Pengusaha Speedboat Rapat dengan DPRD Kaltara, Bahas Soal Ini
“Masalahnya itu, ada jalan alternatif selain jalan tol itu," ujarnya.
Masih ada jalan poros Samarinda - Balikpapan.
Mungkin kebanyakan para pengguna jalan lebih memilih kembali kejalan itu daripada melalui jalan tol.
"Sebab, kalau lewat jalan tol tarifnya mahal,” bebernya.

Terlebih, dikatakan Hasanuddin, landasan Jalan Tol Balsam berupa cor beton membuat ban pada kendaraan lebih cepat terkikis.
Sedangkan, kalau melalui jalan poros yang lama jalannya berupa aspal. Ban kendaraan pun, dituturkan olehnya, akan lebih terjaga.
“Ya kalau mahal-mahal penetapan tarifnya, pengendara akan lebih milih lewat jalan lama yang aspal. Ketimbang lewat jalan tol.
Sebab, ban kendaraan lebih awet lewat jalan aspal.
"Ketimbang lewat jalan cor beton di Tol Balsam,” tegasnya.
BACA JUGA:
• 3 Juara Sayembara Desain Ibu Kota Baru Bersinergi, Jadwal Pelaksanaan Konstruksi Fisik di Sepaku
• Nagara Rimba Nusa Jadi Juara I Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Berikut Daftar Pemenang dan Desain
• Presiden Jokowi Injakkan Kaki di Desa Pemaluan Kaltim, Selamat Datang Ibu Kota Baru
(Tribunkaltim.co)