Reynhard Sinaga Bantah Bius Para Pria yang Jadi Korbannya, Ini yang Dilakukannya untuk Gaet Korban

Pelaku kejahatan seksual Reynhard Sinaga membantah membius para pria yang jadi korbannya, begini trik yang dilakukan untuk gaet korbannya.

Facebook/The Guardian
Pelaku kejahatan seksual Reynhard Sinaga membantah membius para pria yang jadi korbannya, begini trik yang dilakukan untuk gaet korbannya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pelaku kejahatan seksual Reynhard Sinaga membantah membius para pria yang jadi korbannya, begini trik yang dilakukan untuk gaet korbannya.

Para pria yang menjadi korban perkosaan Reynhard Sinaga kebanyakan mengatakan tidak menyadari bahwa mereka menjadi korban perkosaan.

Meski ada bukti film yang direkamnya sendiri, namun Reynhard Sinaga membantah membius para pria yang jadi korbannya. 

Para pria korban perkosaan Reynhard Sinaga mengatakan mereka ingin Reynhard Sinaga menderita atas apa yang telah dia lakukan terhadap para korban dan "membusuk di neraka".

Korban-korban perkosaan -semua adalah pria kulit putih Inggris berusia rata-rata 21 tahun- mengatakan mereka "tak akan pernah melupakan saat polisi mendatangi mereka" dan mengungkapkan apa yang terjadi pada mereka.

"Saya tidak akan melupakan hari ketika polisi mendatangi saya.

Terungkap Orangtua Reynhard Sinaga Bukan Orang Sembarangan, 10 Tahun di Inggris Jadi Predator Setan

Reynhard Sinaga, Kelahiran Jambi, Dihukum Seumur Hidup di Inggris, Pelaku Kejahatan Seksual 48 Pria

 Residivis Perkosaan Ini Kembali Beraksi, Perkosa, Curi dan Bunuh Calon Mahasiswi

 Oknum Pegawai PDAM Berau Perkosa Anak Tiri, Ajak Beli Gorengan Lalu Ancam Pakai Pisau

"Saya tidak tahu mengapa mereka perlu bertemu saya, namun saya bisa katakan bahwa saya merasa hancur saat mendengar bahwa saya adalah korban perkosaan setelah dibius dan tindak seksual itu difilmkan oleh seorang pria, yang sekarang saya tahu pelakunya adalah Sinaga," kata seorang korban pria dalam pernyataan kepada Kepolisian Manchester Raya.

Sejak awal persidangan, Reynhard Sinaga menolak dakwaan melakukan pemerkosaan dan mengatakan hubungan seksual itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

"Saya seperti mati rasa, saya sangat terkejut, merasa dikhianati, sangat marah. Tindakannya menjijikkan, tak bisa dimaafkan.

Ia secara masif menyalahgunakan kepercayaan saya terhadap manusia," kata korban lain kepada polisi dalam pernyataan yang diperoleh BBC News.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved