Rabu, 29 April 2026

Kopi hingga Sayuran, Berikut ini Mitos-mitos Seputar Makanan yang Ternyata tidak Benar

Kopi hingga Sayuran, Berikut ini Mitos-mitos Seputar Makanan yang Ternyata Tidak Benar

Editor: Nur Pratama
NET
Ilustrasi makanan 

TRIBUNKALTIM.CO - Kopi hingga sayuran, Berikut ini mitos-mitos seputar makanan yang ternyata tidak Benar

Makanan yang dimakan sehari-hari ternyata menyimpan banyak mitos yang belum tentu kebenarannya, simak penjelasannya berikut ini.

Makanan memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Setiap hari, kita pasti membutuhkan makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

Berbagai jenis makanan sering menjadi asupan nutrisi untuk kita setiap hari.

Tetapi, terkadang banyak mitos yang beredar seputar makanan yang kita makan.

Berbahaya, 5 Menu Makanan ini Harus Dihindari Saat Sarapan, Meskipun Bikin Anda Menjadi Kenyang

Buat Suasana Menyenangkan hingga Makanan Bervariasi, Berikut ini 7 Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Sangat Penting, Inilah Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari bagi Penderita Asam Urat

Tahukah Anda Risiko Buruk Jika Gunakan Aluminium Foil untuk Makanan, Lever hingga Kanker Usus

Mitos yang beredar sangat beragam, mulai dari dampak buruk dan cara mengonsumsinya.

Meskipun begitu, mitos ini masih dipercaya oleh nanyak orang.

Padahal, mitos seputar makanan ini tidak terbukti kebenarannya.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah mitos seputar makanan yang tidak benar.

  • Menghindari makanan berlemak karena takut gemuk
Ilustrasi makanan berlemak
Ilustrasi makanan berlemak (kooliner)

Mitos ini sangat populer untuk orang yang ingin memiliki badan yang tidak gemuk atau ingin diet.

Faktanya, ada banyak jenis lemak pada makanan entah itu lemak sehat atau jahat.

Memang lemak jahat tidak baik untuk tubuh, tetapi tubuh kita juga membutuhkan lemak baik sebagai sumber energi.

  • Vitamin C mengobati flu
Vitamin C
Vitamin C (diabetessciencenews.com)

Ketika kita menderita flu, banyak orang yang menyarankan untuk mengonsumsi makanan atau buah-buahan yang mengandung vitamin C.

Faktanya, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di European Journal of Clinical Nutrition tahun 2005, konsumsi vitamin C bukanlah langkah untuk mengobati flu.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved