Minta KSOP Batasi Kapal Ponton dan Tugboat di Sungai Mahakam, Ketua DPRD Kukar: Air Sungai Tercemar
Ketua DPRD Kutai Kartanegara Abdul Rasid meminta KSOP untuk membatasi kapal ponton dan tugboat di Sungai Mahakam.
Parahnya lagi sungai bisa tercemar.
BACA JUGA
PDAM Tirta Kencana Samarinda Batal Kuras Reservoir, Pipa Induk Putus Akibat Galian Drainase
Tingkatkan Prestasi Bidang Pemuda & Olahraga, Ini Agenda Dispora Samarinda, Paskibra hingga Popprov
Dampak Pencemaran Sungai Segah, PDAM Tirta Segah Berau Merugi Hingga Miliaran Rupiah
Warga Berau Khawatir Soal Air Sungai Segah yang Jadi Bahan Baku PDAM, Direktur PDAM Pastikan Aman
Selain itu beberapa hewan air yang tinggal di Sungai Mahakam akan mati.
Ini bukan Muara kita juga kan.
"Bisa dari Kutai Timur tapi lewatnya ke kita juga kan. Dampaknya juga terhadap lingkungan khususnya kualitas air," kata Abdul Rasid.
Berbahaya untuk Kendaraan
Sementara itu, diberitakan sebelumnya, selama beberapa tahun terakhir, kurang lebih 16 kali Jembatan Mahakam Samarinda ditabrak ponton milik perusahaan tambang.
Dan kondisinya saat ini sangat mengkhawatirkan dan laporan kerusakan pun disampaikan. Sehingga, membuat Jembatan ini semakin berbahaya untuk dilalui kendaraan.
Pernyataan kerusakan sendiri terungkap dari pantauan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera),
melalui Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan saat bertemu langsung dengan Komisi III DPRD Kaltim beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa telah terjadi pergeseran posisi Jembatan.