Minta KSOP Batasi Kapal Ponton dan Tugboat di Sungai Mahakam, Ketua DPRD Kukar: Air Sungai Tercemar
Ketua DPRD Kutai Kartanegara Abdul Rasid meminta KSOP untuk membatasi kapal ponton dan tugboat di Sungai Mahakam.
Kerapnya kemacetan terjadi di Jembatan Mahakam, juga menjadi perhatian Tiopan.
Ia menyatakan, jangan sampai kejadian Jembatan rubuh di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara terjadi pada Jembatan Mahakam. Sebab, hal tersebut sangat memungkinkan terjadi.
“Sebab, kita lihat sampai saat ini upaya pemerintah dan para pihak yang bertanggungjawab dalam lalulintas sungai maupun yang mengurusi soal Jembatan,
tidak ada yang serius dalam menyelesaikan persoalan ini. Tidak ada kejelasan yang memuaskan untuk safety siang maupun malam hari,” tandasnya.
BACA JUGA
Eks Lokalisasi Manggar Sari di Balikpapan Diobok-obok, Pria Hidung Belang Lari Kocar-kacir
Lokasi Prostitusi Tanpa Izin di Manggar Sari Balikpapan Timur Akan Terus Diawasi Petugas Gabungan
Progres Bangun Bendungan Sepaku Semoi Penajam Paser Utara, SK Lokasi Dikeluarkan Telan Rp 800 Miliar
Jenazah Terborgol di Sungai Mahakam, Ternyata Andi Tomi Alun Samudera Koleba Warga Samarinda
Ia mempertanyakan, pemasukan dari lalulintas kapal di Sungai Mahakam. Namun, uang yang didapatkan dari lalulintas kapal di Sungai Mahakam tersebut tidak memberikan keamanan bagi yang berlalulintas.
Sehingga, bukan saja kapal yang berbahaya, tapi, lalu lintas di Jembatan pun berbahaya.
“Jangan nanti kita seperti orang bodoh saat Jembatan ditabrak berulang kali, kemudian roboh.
Atau, Pelindo sebagai pihak yang juga memiliki tanggungjawab pada lalulintas kapal merasa bahwa Jembatan Mahakam itu bukan milik mereka.
Jadi, ya bisa saja. Sudah 16 kali Jembatan ditabrak. Apakah tunggu 20 kali atau lebih ditabrak sampai rubuh, baru ada tindakan,” tegasnya. (*)