Samarinda Banjir Lagi

Samarinda Banjir, Dua Hari Izin Kerja, Ingatkan Warga Jangan Buang Sampah Sembarangan

Warga Kecamatan Sungai Pinang Samarinda kembali harus menunggu 2 jam lebih saat banjir kembali menggenangi jalan DI Panjaitan, breaking news

Samarinda Banjir, Dua Hari Izin Kerja, Ingatkan Warga Jangan Buang Sampah Sembarangan
TribunKaltim.Co/Nevrianto Hardi Prasetyo
Warga Kecamatan Sungai Pinang Samarinda kembali harus menunggu 2 jam lebih saat banjir kembali menggenangi jalan DI Panjaitan Samarinda pada Selasa (14/1/2020). 

Di Kecamatan Sungai Pinang, terjadi banjir di Kelurahan Temindung Permai dan Gunung Lingai.

Menggenang 8 RT, dengan korban terdampak 1293 jiwa dari 325 KK.

Sedangkan di Kecamatan Sambutan, terjadi banjir di Kelurahan Sambutan, berada di 7 RT dengan korban terdampak 489 jiwa dari 123 KK.

Titik Jalan Sejati pun Digenangi Banjir

Sebagian besar wilayah di Samarinda Kalimantan Timur tergenang banjir.

Namun, biasanya wilayah Jalan Sejati, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda Kalimantan Timur, lolos dari terjangan banjir.

Tapi tidak pada banjir kali ini, warga di jalan tersebut yang awalnya tak terdampak banjir sekarang harus juga merasakan banjir.

Seperti disampaikan warga Jalan Sejati, Risna (43) mengungkapkan.

Lokasi tempat tinggalbya baru kali ini dilanda banjir.

Baru kali ini rumah kami kebanjiran. Dari dulu-dulu tidak pernah terendam banjir.

"Sekarang, banjirnya sepaha orang dewasa,” ujarnya saat diwawancara awak Tribunkaltim, pada Selasa (14/1/2020), siang.

“Ini saya juga mau ngungsi dulu ke rumah keluarga. Sebab, saya punya anak kecil. Sementara, suami dulu yang jaga rumah,” lanjutnya.

Berbeda dengan Delia Afitri (20), mahasiswa Institut Agama Islam Negri (IAIN) Samarinda terpaksa harus bertahan berjam-jam

Untuk bisa lewat simpang 4 Jembatan Mahkota II, menuju kampusnya, di Jalan HAM Riffadin, Kelurahan Harapan Haru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda Kalimantan Timur.

“Kurang lebih 4 jam sudah saya berteduh di sini. Saya mau turun ke kampus," tegasnya.

"Soalnya ada ujian di kampus,” ujarnya saat diwawancara sembari berteduh di salah satu mini market di sekitaran Simpang 4 Jembatan Mahkota II.

Beruntung, dikatakan Delia, ujian di kampusnya terpaksa ditunda karena doaen pengajarnya terjebak banjir.

Selain itu, dikatakan olehnya pula, di depan kampusnya saat ini juga sedang banjir cukup dalam.

“Ia tadi dapat info sudah ditunda ujiannya. Soalnya, dosennya juga kebanjiran. Tapi, saya juga nunggu info unian lainnya. Apakah ditunda atau dilanjutkan,” tandasnya.

Warga lainnya Jerrianto menyebutkan, tidak ada jalan lain menunu ke rumahnya yang berada di Jalan Patimura, Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang.

Sebab, jalan satu-satunya menuju rumahnya saat ini tergenang banjir.

Terpaksa juga nunggu ini. Mungkin ada 3 jam sudah berteduh sekalian nunggu banjir surut.

"Saya tadi dari cari kontrakan di Perumahan PKL, Sungai Kapih. Pas mau pulang ini hujan deras dan banjir,” bebernya.

Pantauan TribunKaltim.co, hingga kini aparat dari KODIM 0901 Samarinda, Polresta SamarindaBPBD Samarinda siaga.Setelah dari  jelang siang membantu mengevakuasi warga menggunakan truk Polisi, Truk TNI, Truk BPBD.

(nev).

Penulis: Nevrianto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved