DPRD Kabupaten Tabalong Ingin Belajar Pengelolaan Dana CSR di Kutai Kartanegara
DPRD Kabupaten Tabalong melakukan kunjungan dan bertemu dengan Asisten III Setkab Kutai Kartanegara.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Samir Paturusi
(16/10/2019).
Warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan licin jika memasuki musim penghujan. Mereka meminta
perhatian dari pihak pemerintah dan perusahaan, untuk menggelontorkan anggaran perbaikan disana.
Menanggapi hal itu, Risman Abdul mengatakan jalan rusak yang dimaksud adalah jalan lingkungan.
"Mereka ( warga Kelurahan Sepaku ) lebih kepada bagaimana peran perusahaan IHM yang ada di sekitar
kelurahan mereka, untuk memberikan CSR-nya," katanya.
Warga sempat melakukan aksi dengan melarang kendaraan milik pemerintah dan truk-truk perusahaan
melewati jalan itu. Aksi dilakukan selama dua hari Senin dan Selasa (7-8/10/2019) pekan lalu.
Risman Abdul menegaskan, jalan yang sempat ditutup kemarin, bukan jalan Provinsi, melainkan jalan lingkungan.
BACA JUGA
Tahun 2020, PLN Berau Targetkan Seluruh Desa dan Kampung di Kabupaten Berau Nikmati Listrik
Longsor di Karang Anyer Samarinda Dua Rumah Rusak Berat, Satu Rumah Bergeser
Pedagang Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan Menolak Direvitalisasi, Sebut Biaya Sewa Kemahalan
Beri Bantuan Korban Banjir, Tiyo Sebut Penanganan Banjir di Samarinda Harus Dievaluasi
Pihak pemerintah daerah, lanjut Risman Abdul menerima masukan dari warga. Pengguna jalan adalah
masyarakat, yang merupakan tanggung jawab pemerintah.
"Tapi disitu juga ada perusahaan yang menggunakan badan jalan. Jangan sampai hanya pemerintah terus
yang membiayai dan tidak ada perhatian perusahaan," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/asisten-iii-bagian-administrasi-umum-setkab-kukar-mohammad-irfan-prananta.jpg)