KKP Samarinda Sikapi Virus Corona, Kepala Kantor Beber Sebelum Merebak Saja, Kami Sudah Siap
KKP kelas IIA Samarinda, Sabilal Rasyad memastikan pihak terus mengantisipasi penyebaran virus Corona ke Kalimantan Timur.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan ( KKP ) kelas IIA Samarinda, Sabilal Rasyad memastikan pihak terus mengantisipasi penyebaran virus Corona ke Kalimantan Timur.
Hal itu diungkapkan Sabilal, usai mengikuti rapat koordinasi terkait antisipasi penyebaran Corona, yang digelar di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda, Kamis (6/2/2020).
Sabilal memulai penjelasannya tentang Badan Kesehatan Dunia PBB, WHO, telah menyatakan darurat internasional terkait wabah virus corona yang mematikan.
"Sehingga, sebelum merebak saja kami sudah siap. Artinya, standar SOP telah kami lakukan walaupun tidak ada virus corona, apalagi kalau ada," ungkap Sabilal kepada sejumlah awak media.
Saat ini menurut Sabilal, penguatan pengawasan untuk antisipasi penyebaran virus corona harus digencarkan.
Mulai dari dinas kesehatan, rumah sakit, agen pelayaran, termasuk perusahaan, terutama yang memiliki tenaga kerja asing (TKA).
Baca Juga:
• Ibu Kota Indonesia di Kaltim, Viral Apartemen Borneo Bay City, Begini Tanggapan Kementerian ATR
• Tatap Ibu Kota Baru, Borneo Bay City Plaza Balikpapan Bakal Bangun Taman Besar, Target Rampung 2021
Sabilal juga memberikan gambaran tentang SOP hilir mudik kapal kepada sejumlah awak media.
"Sebelum kapal masuk, mereka sudah menyampaikan kita, namanya Maritim Declaration of Health," kata Sabilal.
Untuk rangkaian pemeriksaan, pihak terkait lalu memeriksa penumpang kapal. Terutama jika ada yang mengalami sakit, dengan ciri mirip dengan dampak corona.
"Kita cek satu per satu orang di kapal. Kalau tidak ada (yang terdeteksi), ya Alhamdulillah," lanjutnya.
Tak hanya manusia, KKP kelas IIA Samarinda juga memeriksa kapal, terutama yang dari luar negeri.
Hingga pekan pertama, terdapat 90 kapal yang keluar masuk wilayah KKP Samarinda, dari luar negeri.
Wilayah KKP Samarinda meliputi Samarinda, Bontang, Sangatta, dan Sangkulirang.
Kemudian, sepanjang 2019, tercatat 1989 kapal hilir mudik di wilayah KKP Samarinda, dari luar negeri.
"Hampir semua kapal batu bara, karena memang pembelinya dari negara Cina," kata Sabilal.
Periksa Kapal China
Aktivitas maritim dari Tiongkok menuju Kalimantan Timur sepanjang 2020 ini tercatat sudah 90 kali.
Kantor Kesehatan Pelabuhan ( KKP ) Kelas II Samarinda pun sudah mengawasi ketat aktivitas maritim ini sejak virus Corona ramai dibicarakan.
Setiap Anak Buah Kapal (ABK) diperiksa satu-satu.
Tiap ABK menjalani pemeriksaa kesehatan dan suhu tubuh mereka sebelum sandar.
Kepala Kantor KKP Kelas II Samarinda, Sabilal Rasyad mengatakan ada tiga daerah.
Tujuan kapal Tiongkok di Kalimantan Timur.
Baca Juga:
• Sesumbar Gubernur Kaltim Isran Noor Bakal Stop Pembangunan Ibu Kota Negara Jika Ini yang Terjadi
• Gubernur Isran Noor Stop Proyek IKN Jika Rusak Hutan, Luas Ibu Kota Baru Vs Perkebunan Sawit Kaltim
• Isran Noor Berani Ancam Proyek Ibu Kota Baru jika Hutan Rusak, Inilah Profil Gubernur Kaltim
• Kalimantan Timur jadi Ibu Kota Negara, Permintaan Properti Ternyata Belum Signifikan
Di antaranya Kota Samarinda, Sangkulirang (Kutai Timur) dan Kota Bontang.
"Sebelum berlabuh kita periksa dulu suhu tubuh, alat-alatnya juga kita cek di pintu-pintu masuk negara," ujar Kepala Kantor Sabilal kepada wartawan seusai Rakor Kesiapsiagaan virus Novel Corona di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kamis (6/2/2020).
Dia menjelaskan KKP Kelas II Samarinda dan stakeholder terkait telah menyiapkan skema saat didapati pasien suspek Corona.
Sudah ada kesepakatan dengan Dinas Kesehatan Kalimantan Timur dan sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan.
Baca Juga:
• Ibu Kota Indonesia di Kaltim, Viral Apartemen Borneo Bay City, Begini Tanggapan Kementerian ATR
• Tatap Ibu Kota Baru, Borneo Bay City Plaza Balikpapan Bakal Bangun Taman Besar, Target Rampung 2021
• Viral Kerajaan Mulawarman di Calon Ibu Kota Baru, Pamerkan SK Ditandatangani Dirjen di Kemenkumham
"Penguatan-penguatan dengan mitra kerja sudah dilakukan, sudah ada Standar Operasional Prosedur (SOP) jadi kalau ada suspek sudah jelas alurnya penanganan ke rumah sakit mana," ujarnya.
Pun demikian, sejauh ini belum ada temuan oleh KKP Kelas II Samarinda di lapangan.
Baca Juga:
• Pemerintah Guyur Rp 80 Miliar Buat Pembebasan Lahan Bangun Bendungan di Lokasi Ibu Kota Baru
• Ibu Kota Baru akan Diikuti Bencana Ekologis Seperti Jakarta, Walhi Pertanyakan Jaminan Jokowi
Pihaknya mengaku bakal terus berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan terkait dan stakeholder lainnya.
"Kebanyakan memang kapal memuat batu bara, ada juga yang memuat gas ke Bontang. Tapi paling banyak sih Batu Bara," pungkasnya.
(Tribunkaltim.co/Ichwal Setiawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ther-1.jpg)