Darurat Narkoba

Polda Kaltara Sita Total 9 Kg Sabu, Jalur Tawau Sebatik Masih jadi Primadona Bandar Internasional 

Kepolisian Daerah Kalimantan Utara ( Polda Kaltara ) beserta jajaran Polres se-Kaltara terus berupaya memerangi peredaran narkoba jenis sabu.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ ALFIAN
Direktur Polairud, Kombes Pol Pol Heri Sasangka, dan Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Utaa, Kombes Pol Adi Affandi, memperlihatkan sabu seberat 5,88 Kg hasil pengungkapan saat rilis di Markas Polairud Polda Kaltara, Tarakan, Rabu (5/2/2020). 

“Kita provinsi kepulauan beda dengan Kalimantan Barat sehingga jalur tikus banyak dan sulit dijangkau. Jalur yang dilalui juga mengalami perubahan jika sebelumnya lewat Nunukan sekarang banyak yang lewat samping atau menepi di Sebuku,” ungkapnya.

Meski begitu Kombes Pol Adi menerangkan jika peredaran ini bisa dicegah jika da kerjasama dari masyarakat, tetapi di awal 2020 ini dengan jumlah tangkapan sudah mencapai 9 Kg dirinya mengaku prihatin.

Baca Juga:

 Pemerintah Guyur Rp 80 Miliar Buat Pembebasan Lahan Bangun Bendungan di Lokasi Ibu Kota Baru

 Ibu Kota Baru akan Diikuti Bencana Ekologis Seperti Jakarta, Walhi Pertanyakan Jaminan Jokowi

Pengungkapan ini boleh dibilang bukan keberhasilan tapi ini keprihatinan.

Bayangkan saja di tahun 2017 kita ungkap 31 Kg, 2018 capai 89 Kg.

Kemudian tahun 2019 jumlahnya meningkat jadi 90 kg 270 gram, awal tahun 2020 ini sudah 9 Kg.

"Tentu ini sangat memprihatinkan,” tegasnya.

Bandar internasional yang memasarkan sabu di Indonesia ungkap Kombes Pol Adi berasal dari tiga negara yakni Burma (Myammar), China dan Taiwan.

(Tribunkaltim.co/Alfian)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved