Kamis, 30 April 2026

Jamaah Haul Guru Sekumpul Paser Bersatu, Rustam: Jangan Lagi Berangkat Sendiri-sendiri

Jelang haul Ke-15 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau akrab disapa Guru Sekumpul awal bulan Maret tahun ini.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
Kolase Tribunkaltim.co
H Rustam Effendi Hasby, Ketua Panitia Haul Ke-15 Guru Sekumpul untuk Kabupaten Paser Kalimantan Timur. 

Guru Sekumpul ingin masuk, tetapi dihalau oleh penjaga hingga tersungkur.

Dia pun terbangun. Pada malam jum’at berikutnya, ia kembali bermimpi hal serupa.

Dan pada malam jumat ketiga, ia kembali bermimpi serupa.

Tapi kali ini ia dipersilahkan masuk dan disambut oleh salah seorang syekh. Ketika sudah masuk ia melihat masih banyak kursi yang kosong.

Ketika Guru Sekumpul merantau ke tanah Jawa untuk mencari ilmu, tak disangka tak dikira orang yang pertama kali menyambutnya dan menjadi guru adalah orang yang menyambutnya dalam mimpi tersebut.

3. Usia 10 Tahun

Di usia kurang lebih 10 tahun, Guru Sekumpul mendapat khususiah dan anugerah dari Tuhan berupa Kasyaf Hissi.

Yakni kelebihan yang dianugerahkan Allah SWT pada Guru Sekumpul yang melihat dan mendengar alam di luar kebendaan atau alam ghaib.

Pada usia itu pula, Guru Sekumpul pernah didatangi oleh seorang penjahat yang sangat ditakuti masyarakat.

Kedatangannya sempat mengejutkan pihak keluarga. Namun yang terjadi, penjahat tersebut malah sungkem dan minta ampun.

Ia memohon untuk diperiksakan ilmu yang dimiliki, jika salah atau sesat meminta agar dibawa ke jalan yang benar dan dia pun minta agar ditobatkan.

4. Usia 14 Tahun

Pada usia 14 tahun, Guru Sekumpul dikaruniai futuh (pencerahan spiritual) saat membaca sebuah tafsir al-Qur’an.

Makna fath (jamaknya futuh) adalah terbuka mata hati (dalam menerima kebenaran). Kebanyakan Ulama menafsirkannya dengan kemenangan.

Pada masa remaja ini pula Guru Sekumpul mengalami perjumpaan spiritual dengan Sayyidina Hasan dan Husain, cucu Rasulullah.

Kedua cucu Rasulullah ini masing-masing membawa pakaian dan mengenakannya langsung kepada Guru Sekumpul lengkap dengan sorbannya.

Menururut riwayat, Guru Sekumpul sewaktu kecil sering menunggu al-Alim al-Fadhil Syaikh Zainal Ilmi yang ingin ke Banjarmasin hanya semata-mata untuk bersalaman dan mencium tangannya.

 (Tribunkaltim.co/Sarasani)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved