Ibu Kota Baru
Jelang Tony Blair dan Bos Softbank Temui Jokowi, Sofyan Djalil: Status Lahan Ibu Kota Baru Rampung
Keberadaan lahan ibu kota baru Negara Indonesia di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur tidak masalah.
Kerja sama Hungaria-Indonesia ini, imbuh Basuki, untuk pengembangan infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, pembangunan sanitasi, dan pengolahan sampah.
Total nilai komitmen investasi Pemerintah Hungaria di IKN adalah senilai 1 miliar dollar AS atau ekuivalen Rp 13,6 triliun.
Dikabarkan akan Investasi di Ibu Kota Negara Indonesia
Proses menuju pembentukan ibu kota baru Republik Indonesia terus dimatangkan. Satu di antaranya soal iklim investasi di Ibu Kota Negara.
Upaya untuk mewujudkan, pemerintah pusat pun melibatkan banyak pihak termasuk dari pihak kalangan luar negeri.
Penetapan Ibu Kota Negara pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur pun kemudian menjadi daya tarik bagi para investor.
Kali ini dikabarkan tokoh dunia pun dikabarkan berminat untuk tanamkan investasi di ibu kota baru di Kalimantan Timur.
Pembangunan Ibu Kota Negara ( IKN ) yang baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimanta Timur, diklaim ikut menarik minat orang-orang kaya di dunia untuk berinvestasi di ibu kota baru.
Di antaranya yang disebut akan masuk adalah bos Softbank Group Corp, Masayoshi Son.
Baca Juga:
Ini Softbank Corp selama ini dikenal sebagai perusahaan investasi dan telekomunikasi besar di Jepang.
Ada juga mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan bos perusahaan fintech, Greensill.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berharap para miliarder itu menanamkan modalnya di calon ibu kota baru di Kalimantan Timur.
"Nanti tanggal 28 (Februari), kita berharap Masayoshi datang menghadap Presiden (Jokowi), bersama Tony Blair dan Greensill, ya dia mau investasi," ujar Luhut di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Kendati demikian, Luhut belum bisa menyampaikan para miliarder ini akan berinvestasi pada bidang apa.