Ibu Kota Baru
Jelang Tony Blair dan Bos Softbank Temui Jokowi, Sofyan Djalil: Status Lahan Ibu Kota Baru Rampung
Keberadaan lahan ibu kota baru Negara Indonesia di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur tidak masalah.
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, para investor untuk Ibu Kota Negara ( IKN ) baru.
Yaitu CEO Softbank, Masayoshi Son, dan mantan Perdana Menteri Inggris Anthony Charles Lynton Blair dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pekan depan.
Baca Juga:
• Bos Fintech Greensill dan Eks Perdana Menteri Tony Blair Disebut akan Investasi di Ibu Kota Baru
• Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 20 Februari 2020, Virgo Dapat Banyak Pujian, Pisces Korbankan Perasaan
• Tangis Aming Pecah Ingat Bisikan BCL tentang Ashraf Sinclair di Rumah Duka, Ibunda Noah Minta Dijaga
• Agenda di Plaza Balikpapan Akhir Februari 2020, Konser Alzera Geny Netriana Sampai Kelas Memasak
"Nanti tanggal 28 Februari kita berharap nanti Masayoshi datang menghadap presiden bersama Tony Blair," ujarnya di Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Sementara, hasil dari pertemuan hari ini di Kemenko Maritim dan Investasi soal ibu kota negara baru, tim yang dipimpin oleh Menteri PPN Suharso Monoarfa pekan depan akan melaporkan juga kepada Jokowi.
Namun, tak disebutkan secara detail kesimpulan hasil rapat koordinasi hari ini.
"Tadi kami rapat itu dari tim untuk mendengarkan laporan dari Pak Bappenas, penugasan 10 hari yang lalu untuk membuat nanti laporan ke presiden," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan ibu kota baru berlokasi di Kalimantan Timur (Kaltim).
Tepatnya di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pemerintah pun menyebutkan, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun ibu kota baru mencapai Rp 466 triliun.
Baca Juga:
• Wagub Kaltim Beberkan Ibu Kota Negara Tidak akan Bermanfaat Jika Warganya Tidak Dibekali Hal Ini
• Ibu Kota Indonesia di Kaltim, Viral Apartemen Borneo Bay City, Begini Tanggapan Kementerian ATR
• Tatap Ibu Kota Baru, Borneo Bay City Plaza Balikpapan Bakal Bangun Taman Besar, Target Rampung 2021
Kepala Negara mengungkapkan, kebutuhan investasi yang tak sedikit tersebut bakal menggunakan APBN seminimum mungkin.
Bahkan, pendanaan IKN juga melibatkan BUMN serta skema pendanaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Sekadar diketahui, selain Uni Arab Emirat (UAE) yang tertarik berinvestasi untuk pengembangan ibu kota baru, Hungaria juga menyatakan minatnya. Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, ketertarikan Hungaria tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Viktor Orbán.
"Mereka menyampaikan ketertarikannya ketika melakukan kunjungan kerja di Yogyakarta. Kami sepakat untuk membentuk Hungary Indonesia Investment Fund," ungkap Basuki, Minggu (19/1/2020).