Ajak Ngopi Bareng Wartawan, BPJS Kesehatan Kaltimtengseltara Sampaikan Kondisi Terkini JKN-KIS

Penyelenggara JKN-KIS ) tahun ini sudah memasuki usia ke 7. Manfaat dari hadirnya JKN-KIS sendiri telah banyak diterima dan dirasakan oleh masyarakat.

Tribunkaltim.co, Heriani AM
BPJS Kesehatan Kaltimtengseltara gelar ngopi bareng wartawan di Balikpapan, Rabu (11/3/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat ( JKN-KIS ) tahun ini sudah memasuki usia ke 7. Manfaat dari hadirnya JKN-KIS sendiri telah banyak diterima dan dirasakan oleh masyarakat.

Ditemui pada acara Ngopi Bareng JKN, Rabu (11/3/2020), Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara ( Kaltimtengseltara ), C. Falah Rakhmatiana menyampaikan

bahwa di Kalimantan Timur, belanja pelayanan kesehatan yang telah dibayarkan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama ( FKTP ) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan ( FKRTL ) oleh BPJS Kesehatan hingga 29 Februari 2020 mencapai Rp 8,7 Triliun.

BPJS Kesehatan Cabang Samarinda Masih Menunggu Salinan Keputusan Mahkamah Agung

KABAR GEMBIRA Mahkamah Agung Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Kembali ke Iuran Semula

Dengan cakupan kepesertaan sampai dengan saat ini sebesar 3.384.190 jiwa dan rata-rata pemanfaatan pelayanan kesehatan per hari mencapai 14.833 kunjungan.

Besarnya angka biaya pelayanan kesehatan ini menunjukkan tingginya memanfaatkan kartu JKN KIS oleh peserta di mana biaya tersebut bersumber dari uraian yang telah dibayarkan oleh peserta.

Sebagai contoh untuk membiayai 1 orang yang melakukan operasi jantung dengan biaya sekitar 150 juta dibutuhkan gotong royong dari 5882 peserta JKN Kis yang sehat dengan iuran kelas 3 sebesar Rp25.000 terbayar.

"Maka dari itu kami mengajak seluruh pihak, seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk terus ikut mendukung program JKN-KIS terutama di wilayah Kalimantan Timur," ujar Falah.

Kenaikan Iuran Dibatalkan, BPJS Kesehatan Area Samarinda Masih Tunggu Keputusan dari Pusat

Salah satu caranya adalah membayar iuran JKN-KIS secara rutin dan tidak menunggak karena program ini bukan hanya milik BPJS kesehatan atau 12 orang saja tapi masih bersama yang harus dijaga kesinambungannya.

Namun faktanya, peserta PBPU atau peserta mandiri yang bertugas di wilayah Provinsi Kalimantan Timur mencapai 389.174 jiwa dengan jumlah tunggakan iuran mencapai Rp 210 miliar. Peserta menunggak tertinggi ada di kota Samarinda, kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Falah mengungkapkan, selama tahun 2019, jumlah kasus terbanyak di rawat inap rumah sakit Provinsi Kalimantan Timur adalah persalinan normal dengan jumlah 16.004 kasus dengan biaya mencapai Rp30,6 miliar.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved