Breaking News:

Pengakuan Saksi Dibeber di ILC, Pengacara Beber Fakta Lain Siswi SMP Bunuh Bocah: Sudah Direncanakan

DI ILC, Azam Khan menilai pembunuhan oleh siswi SMP tersebut sudah direncanakan berdasarkan keterangan beberapa saksi, termasuk orang tua korban.

Editor: Doan Pardede
CHANNEL YOUTUBE LIVE STREAMING TV ONE/ YOUTUBE TRIBUNNEWS BOGOR
ILC TADI MALAM - Pengacara Keluarga Korban Pembunuhan oleh Remaja 15 tahun berinisial NF di Sawah Besar, Jakarta Pusat yakni Azam Khan menilai bahwa kasus ini telah direncanakan pelaku sebelumnya. 

Kemudian, Azam menyoroti pernyataan polisi yang hingga kini belum menjelaskan secara jelas motif NF membunuh APA.

Selama ini, polisi hanya sering mengatakan bahwa NF membunuh karena terinpirasi dari film horor yang ditonton.

"Artinya kalau menurut saya ada sudah perencanaan, karena sampai detik ini memang pihak dari kepolisian tidak menjelaskan motif pembunuhannya."

"Hanya menjelaskan bahwa anak ini suka menonton film-film ekstrem itu, mungkin terobsesi oleh itu," kata dia.

Azam menilai kasus ini termasuk dalam pembunuhan berencana lantaran ada suatu 'manfaat' yang didapat pelaku setelah membunuh APA.

Tujuan untuk memenuhi hasratnya untuk membunuh terpenuhi.

"Pada saat dia berkeinginan, saya tidak tahu bentuk psikopat atau apa. Begitu dia menginginkan dengan rasa puas nah kesempatan itulah itu dilakukan hingga kepuasan itu ada," kata Azam.

Dengan adanya keterangan NF sering menonton film ekstrem itu, berarti memang sudah ada bayangan cara membunuh.

• Fakta Baru siswi SMP Bunuh Bocah 6 Tahun, Polisi Ungkap Hobinya Nonton Chucky dan Slender Man

• Tangis Histeris Ibu dari Anak 6 Tahun Korban Pembunuhan Sadis siswi SMP: Anakku Belum Minum Obat

"Artinya dengan dia itu sudah suka menonton film-film begitu sudah ada pak di dalam pikirannya bahwa memang cara berfikirnya ekstrem sehingga hilang nyawa anak itu," pungkasnya.

Pelaku Ungkap Selama Ini Menahan Diri untuk Tak Membunuh

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto, kembali memberikan pernyataan mengenai kasus pembunuhan seorang remanja SMP kepada seorang bocah.

Dalam penuturannya, Heru mengungkapkan hasil interogasi dengan pelaku pembunuh APA (15) pada bocah inisial NF (5) di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Hal itu diungkapkan Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto saat menjadi narasumber di acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV pada Sabtu (7/3/2020).

ILC TADI MALAM - Wakil Kapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo memperlihatkan buku catatan milik NF (15), ABG perempuan yang membunuh APA (6), teman adiknya di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020). (Inset) Film Chucky dan Slender Man, film horor yang suka ditonton NF.
ILC TADI MALAM - Wakil Kapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo memperlihatkan buku catatan milik NF (15), ABG perempuan yang membunuh APA (6), teman adiknya di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020). (Inset) Film Chucky dan Slender Man, film horor yang suka ditonton NF. (TribunJakarta.com/Dion Arya Bima Suci)

Kombes Pol Heru Novianto mengatakan, pihaknya kini belum mengetahui apakah pembunuhan yang dilakukan NF merupakan tindakan pembunuhan berencana.

Untuk itu, pihaknya masih ingin mendalami masalah tersebut.

Hingga kini, kepolisian tetap akan mendalami kasus pembunuhan yang dilakukan oleh APA.

"Kalau kita melihat memang kita masih mendalami terutama untuk pemeriksaannya," ujar Heru.

Akan tetapi, berdasarkan apa yang dinyatakan pelaku, sebelumnya ia pernah merasakan keinginan untuk membunuh.

Namun, perasaan itu sempat bisa ditahannya.

"Pada saat kita konftrontir tanggung jawab langsung dia tidak pernah menyatakan saya rencanakan tidak."

"Tetapi yang dia sampaikan saya pernah merasakan hal seperti ini tapi bisa saya tahan," beber Heru.

Sedangkan, pada saat pembunuhan itu terjadi pada Kamis (9/3/2020), NF mengaku sudah tidak kuat untuk tidak membunuh.

"Jadi tidak hanya terhadap ke anak tapi pada saat itu dia sudah tidak bisa menahan emosinya untuk melakukan itu," jelas Heru.

"Jadi tidak direncanakan tapi pernah dia merasa ingin melakukan tapi bisa ditahan," sambungnya.

Lalu, Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri menyinggung soal Colous Unemotional.

"Merasa pertanyaanya? Merasa apa sesungguhnya dengan perilaku sedemikian rupa."

"Kalau istilah itu dipakai Colous Unemotional maka boleh jadi tidak ada perasaan bergejolak di situ," singgung Reza.

Reza mengatakan bahwa sebenarnya kognitif emphaty atau empati pemikiran pelaku berjalan.

"Itu sebabnya karangan ilmuan membedakan antara Cognitif emphaty, empati pemikiran dengan affective emphaty, empati perasaan."

"Yang mendorong seseorang datang ke polisi tapi tanpa rasa penyesalan kognitif emphaty," katanya.

Cognitif Emphaty membuat seseorang tahu yang dia perbuat keliru.

"Dia tahu persis bahwa apa yang dilakukan ini keliru dia tahu persis bahwa apa yang dia lakukan kemudian ini tanda petik memberikan kemanfaatan tertentu," jelas Reza.

Namun, Reza menduga affective emphaty atau perasan empati pada pelaku tidak berjalan.

"Apalah kemudian affective emphaty tergugahnya perasaan akan ikut mengiringi belum tentu," pungkasnya.

Lihat videonya mulai menit ke-10:32:

• Setelah Bunuh Bocah 5 Tahun, siswi SMP Ini Mengaku Puas dan Tak Menyesal, Polisi tak Tinggal Diam

• Tangis Histeris Ibu dari Anak 6 Tahun Korban Pembunuhan Sadis siswi SMP: Anakku Belum Minum Obat

• Polisi Kaget Didatangi siswi SMP Ngaku Bunuh Teman dan Mayatnya di Lemari, Dicek Sekalinya Benar Ada

• Polisi Temukan Buku Curhat siswi SMP Pembunuh Bocah di Sawah Besar, Ada Gambar & Kalimat Mengerikan

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Pengacara Korban Pembunuhan oleh ABG 15 Tahun Sebut Kejadian Telah Direncanakan: Cara Pikir Ekstrem

 
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved