Pengakuan Saksi Dibeber di ILC, Pengacara Beber Fakta Lain Siswi SMP Bunuh Bocah: Sudah Direncanakan

DI ILC, Azam Khan menilai pembunuhan oleh siswi SMP tersebut sudah direncanakan berdasarkan keterangan beberapa saksi, termasuk orang tua korban.

CHANNEL YOUTUBE LIVE STREAMING TV ONE/ YOUTUBE TRIBUNNEWS BOGOR
ILC TADI MALAM - Pengacara Keluarga Korban Pembunuhan oleh Remaja 15 tahun berinisial NF di Sawah Besar, Jakarta Pusat yakni Azam Khan menilai bahwa kasus ini telah direncanakan pelaku sebelumnya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Saat hadir di program acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One, pengacara korban ungkap fakta lain kasus siswi SMP bunuh bocah 5 tahun, sudah direncanakan

Pengacara keluarga korban pembunuhan oleh siswi SMP berusia 15 tahun berinisial NF di Sawah Besar, Jakarta Pusat yakni Azam Khan menilai bahwa kasus ini telah direncanakan pelaku sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Azam Khan saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club TV One pada Selasa (10/3/2020).

Azam Khan menilai pembunuhan oleh siswi SMP tersebut sudah direncanakan berdasarkan keterangan beberapa saksi, termasuk orang tua korban APA (5).

• siswi SMP Bunuh Anak 5 Tahun Suka Mengurung Diri di Kamar, Ayah Korban: Suka Ngaji, Pakai Kerudung

• Tetangga Bongkar Keseharian siswi SMP yang Bunuh Bocah 5 Tahun, hingga Polisi Kaget dengar Pengakuan

• siswi SMP Ini Jadi Pembunuh Berencana Atas Bocah 6 Tahun, Pengakuan Kejahatannya Diunggah di Medsos

• Psikolog Tika Bisono Minta Polisi Jangan Pakai Psikiater untuk Tangani Kasus siswi SMP Bunuh Bocah

"Kalau saya anggap ini sudah direncanakan, karena apa?"

"Anak itu main pak ke rumah itu, setelah anak itu main di rumah itu diajaklah anak itu menurut keterangan beberapa orang yang tahu termasuk orang tua."

"Dan setelah itu diajak, ditelanjangi, diajak masuk ke kamar mandi, artinya ada perencanaan pak," ujar Azam seperti dikutip dari channel YouTube Live Streaming Tv One pada Selasa (10/3/2020).

Lantas, Azam mengungkap bahwa NF bisa terancam pidana 10 tahun.

"Kalau pembunuhannya ya pembunuhan biasa, walaupun memang undang-undang di peradilan anak itu 11 tahun 2012 itu memang Pasal 80 ayat 3 jelas, 10 tahun ancaman pidanananya."

"Tapi di Pasal 32 kan juga dijelaskan kalau sudah berumur 12 tahun ke atas maka bisa ditahan prosesnya karena ancaman pidananya di atas 7 tahun," lanjut Azam.

• siswi SMP yang Benamkan Tubuh Bocah 6 Tahun di Bak Mandi Pernah Dua Kali Menang Kejuaraan Tenis Meja

• 7 Catatan siswi SMP Pembunuh Bocah 6 Tahun, Salah Satunya Ada Pesan Kebencian pada Sang Ayah

Halaman
12
Editor: Doan Pardede
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved