Polisi tak Bisa Beri Hasil Autopsi Tertulis, Keluarga RA tak Puas, Kasus Gantung Diri di Samarinda

Keluarga dari RA (28) yang ditemukan gantung diri di rumahnya di Jalan Kauman Perum Grand Taman Sari ( GTS ) Blok B3 No 10 Cluster Tarakan, tak puas

Tribunkaltim.co, Budi Dwiprasetyo
Ajianur ( memakai topi ) yang merupakan ayah dari almarhum RA saat di Polresta Samarinda untuk menanyakan hasil autopsi, yang termasuk hasil dari penyelidikan kepolisian sekitar dua bulan lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Keluarga dari RA (28) yang ditemukan gantung diri di rumahnya di Jalan Kauman Perum Grand Taman Sari ( GTS ) Blok B3 No 10 Cluster Tarakan, Kota Samarinda, Minggu (26/1/2020), tak puas dengan hasil autopsi RA yang dinyatakan murni gantung diri.

Hasil autopsi juga menyebutkan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah RA.

Hal ini disampaikan Ajianur ( 49 ) yang merupakan ayah dari almarhum RA saat ditemui di Mako Polresta Samarinda, Kamis (19/3/20) kemarin.

Tujuan kedatangan Ajianur untuk menanyakan hasil autopsi almarhum RA, yang termasuk hasil penyelidikan Polresta Samarinda sekitar dua bulan lalu.

"Ya, ternyata baik dari Kapolsek Samarinda Seberang maupun Kasat Reskrim Polresta Samarinda menyatakan sesuai dengan kode etik serta SOP mereka, tidak bisa memberikan hasil autopsi secara tertulis, hanya penyampaian lisan saja," ucapnya.

Diduga Depresi Penyakit Tak Kunjung Sembuh Pemuda 23 Tahun di Berau Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Tinggalkan Pesan Sebelum Tewas Gantung Diri, Jainuddin: Aku Cemburuan Karena Takut Kehilanganmu

Pria 19 Tahun di Waru Nekat Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri,JD Sempat Cemburu Pacarnya Punya PIL

"Hasilnya sama seperti visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan itu murni bunuh diri," sambungnya.

Melihat hasil tersebut pihaknya mengaku tak puas, karena ada lima poin yang disampaikan dalam surat autopsi tersebut, yang tidak sesuai harapan. "Ditambah, dengan mereka yang tidak memberikan hasil tertulis itu, dengan alasan kode etik mereka," jelasnya.

Setelah adanya hasil tersebut, pihaknya akan kembali bersurat kepada kepolisian, untuk meminta hasil autopsi tertulis, yang akan diberikan kepada sistem hukum adat dari keluarga korban.

"Bukan untuk apa-apa, ini hanya sebagai pertanggungjawaban kami ke hukum adat kami, kalau beginikan nanti  bisa timbul gejolak dan itu pasti, karena mereka sudah menunggu hasil ini," pungkasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Damus Asa mengatakan maksud dan tujuan dari pihak keluarga tersebut adalah menanyakan hasil autopsi dari almarhum RA.

"Kami baik penyidik serta Polsek Samarinda Seberang, dari hasil autopsi korban ini murni bunuh diri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," tandasnya.

Narapidana Narkoba Gantung Diri di Sel, Polres Samarinda Masih Selidiki Penyebab dan Asal Tali

Untuk diketahui, RA ditemukan gantung diri di Jalan Kauman Perum Grand Taman Sari (GTS) Blok B 3 No.10 Cluster Tarakan Minggu (26/1/2020).

Diduga saat itu, antara almarhum dan mantan istrinya memiliki masalah, hingga akhirnya RA ditemukan gantung diri.

Karena dari pihak keluarga menduga ada kejanggalan atas kematian anaknya dan meminta kepolisian untuk melakukan autopsi terhadap jasad RA tersebut.

Penulis: Budi Dwi Prasetiyo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved