Virus Corona di Kaltim

Mengenal Nessfarm, Jamu Produksi Unmul Khasiat Imunitas Cegah Virus Corona, Peroleh Respon Positif

Jamu Produksi Universitas Mulawarman (Unmul) berhasil menarik perhatian masyarakat Kota Samarinda, Kalimantan Timur!.

TribunKaltim.co/Muhammad Riduan
Jamu Produksi Universitas Mulawarman (Unmul) berhasil menarik perhatian masyarakat Kota Samarinda, Kalimantan Timur di tengah hangatnya hiruk pikuk pandemi Virus Corona atau virus Covid-19. 

TRIBUNKALTIM. CO, SAMARINDA - Jamu Produksi Universitas Mulawarman (Unmul) berhasil menarik perhatian masyarakat Kota Samarinda, Kalimantan Timur di tengah hangatnya hiruk pikuk pandemi Virus Corona atau virus Covid-19.

Sekretaris Satgas Covid-19 Unmul, Prof. Dr. Esti Handayani Hardi mengungkapkan jamu yang diproduksi oleh pihaknya, mendapatkan respon yang positif dari masyarakat Kota Samarinda yang sudah mencicipi. 

"Saya melihat responnya bagus banget ya," ucapnya saat ditemui Tribunkaltim.co di tempat produksi, pada Senin (30/3/2020).

Beberapa hari ini kita juga menyebar google foam untuk di isi oleh orang-orang yang sudah mengonsumsi jamu ini. "Sebelum kita Kasihkan ke Dokter dan perawat, kita mau melihat bagaimana responya. Ternyata responnya bagus banget, ada yang menyampaikan istirahat tidur jadi nyenyak, pegel-pegel jadi hilang. Dengan adanya respon yang seperti itu, kami beranggapan bahwa jamu ini sudah tepat," ucapnya.

BACA JUGA:

 Dinkes Kaltim Laporkan Kasus Transmisi Lokal Virus Covid-19 di Balikpapan, Warga Bisa jadi ODP Semua

 Wabah Virus Covid-19, Dinkes Kaltim Kesulitan Mendata Peserta Ijtima Dunia di Gowa Sulawesi Selatan

Pada tahapan produksi ini juga ada penambahan mahasiswa, yang tergabung dari beberapa fakultas. "Untuk sekarang jumlah mahasiswa yang tergabung membantu dalam membantu produksi sekitar 20 orang," ucapnya.

Ia menekankan bahwa sebenarnya ini bukan obat untuk mencegah virus Covid-19. "Tetapi ini merupakan minuman yang meningkatkan imunitas, dengan itu dapat mencegah penularan virus Covid-19," ucapnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Produksi jamu tersebut, dibuat oleh Satgas virus Covid-19 Unmul yang dibentuk oleh Rektor Unmul Masjaya, bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan, Fakultas Farmasi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Di ketuai oleh ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim, Dr. Nataniel Tandirogang. Di dalam tim Satgas tersebut, tidak hanya dari kalangan dosen, juga dibantu oleh para mahasiswa.

Prof Dr. Rudianto Amirta Dekan Fakultas Kehutanan, selaku salah satu pengarah tim Satgas virus Covid-19 Unmul menyampaikan bahwa alasan terdepan dalam membuat jamu tersebut karena melihat Alat Pelindung Diri (APD) yang kurang.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Riduan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved