Virus Corona

Achmad Yurianto Terang-terangan Bicara Perbedaan Data Virus Corona, Sempat Salah Sebut di Kaltim

Juru bicara pemerintah penanganan covid-19, Achmad Yurianto bicara perbedaan data Virus Corona di pusat dan daerah, sempat salah sebut di Kaltim

Kolase TribunKaltim.co / Tribunnews dan tangkapan layar YouTube.com metrotvnews
Achmad Yurianto Terang-terangan Bicara Perbedaan Data Virus Corona, Sempat Salah Sebut di Kaltim 

TRIBUNKALTIM.CO - Mendadak Juru bicara pemerintah penanganan covid-19, Achmad Yurianto bicara perbedaan data Virus Corona di pusat dan daerah, sempat salah sebut di Kaltim.

Akhirnya Achmad Yurianto memberikan penjelasan terkait perbedaan data kasus Virus Corona yang diumumkan Pemerintah pusat dengan daerah.

Sebelumnya Achmad Yurianto sempat salah sebut jumlah kasus baru Virus Corona di Kaltim.

Saat itu, Achmad Yurianto menyampaikan ada tambahan 6 kasus positif covid-19 baru di Kaltim.

Namun, ternyata, hal tersebut keliru dan langsung diklarifikasi Dinkes Kaltim.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Nasional mengaku salah dalam hal penyampaian data sebelumnya dan segera diklarifikasi oleh Dinas Kesehatan ( Dinkes) Kaltim.

Bagaimana Pola Pendataan Warga Terdampak Pandemi Corona?Ini Penjelasan Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK

Terungkap Penyebab Data Kasus Virus Corona Daerah dan Kemenkes Beda, BNPB Singgung Soal Transparansi

Karni Ilyas Sorot Kejanggalan Data Korban Covid-19 yang Dirilis Pusat, Ketahuan Pemerintah Kewalahan

Penambahan kasus baru positif Virus Corona di Kaltim hanya sebanyak satu kasus, bukan 6 kasus seperti disampaikan sebelumnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kaltim, Andi M Ishak memohon maaf, karena telah terjadi kesalahan penyampaian data yang bersumber langsung dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Nasional.

“Ada kesalahan penyampaian data, bukan 6 kasus positif Virus Corona.

Tapi, hanya satu penambahan kasus positif Virus Corona di Kaltim,” ujarnya saat melakukan konferensi pers tentang perkembangan Virus Corona melalui aplikasi zoom, pada Minggu (5/4/2020) malam.

“Untuk itu, kami memohon maaf apabila ada kekeliruan tersebut.

Dan kita perlu maklum dengan adanya kekeliruan ini.

Untuk itu, nantinya Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Nasional akan memperbaikinya besok,” tuturnya.

Atas kekeliruan itu, lanjut Andi, konferensi pers yang biasanya dilaksanakan paling lambat pukul 18.00 WITA, diundur sampai pukul 19.00 WITA.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved