Breaking News:

PNS Berau Dibekuk Saber Pungli

Kronologi Penangkapan Oknum Camat dan Kepala Kampung di Berau Diduga Terlibat Pungli

Tim Saber Pungli Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menangkap dua tersangka pungutan liar atau pungli.

TribunKaltim.co/Budi Dwi Prasetiyo
Tersangka dugaan pungli saat diringkus ke Mapolres Berau, Jl Pemuda, Kecamatan Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur pada Kamis (9/4/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Tim Saber Pungli Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menangkap dua tersangka pungutan liar atau pungli.

Mereka yang ditangkap masing-masing berinisial TRM (47) selaku Penyelenggara Negara dan EEH (55) selaku pegawai negeri sipil (PNS) yang juga menjabat sebagai camat.

Kedua pelaku diamankan di Kecamatan Segah dan hanya berselang sehari, yakni TRM ditangkap pada (31/3/2020) sementara EEH pada (1/4/2020).

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning melalui Kasubag Humas Ipda Lisinius Pinem mengatakan kronologi penangkapan diawali sekitar Bulan Desember 2019 PT MBL (Mutiara Bara Lestari) melakukan pembebasan lahan terhadap kelompok tani yang berada di areal IUP PT MBL.

BACA JUGA:

 Pasien Positif Covid-19 Tambahan di Samarinda, Bukan dari Kluster Manapun, Riwayat ke Acara di Bogor

 Lawan Covid-19, Warga Pesona Bukit Batuah dan Taman Sari Balikpapan Resmi Karantina Wilayah

 Karantina Wilayah Pesona Bukit Batuah dan Taman Sari Balikpapan, Begini Penerapan Sistem Keamanannya

"Namun dalam proses pembebasan lahan tersebut penyelenggara negara dan oknum PNS melakukan pemerasan atau pungutan kepada pihak kelompok tani yang akan menerima pembebasan lahan dari perusahaan," katanya.

"Apabila tidak diberikan maka tersangka tidak akan menandatangani akta pelepasan dan pembebasan atas tanah dari seluruh kelompok yang lahannya di areal IUP PT MBL," tuturnya.

Lanjut Pinem mengatakan atas perkataan EEH tersebut pihak perusahaan merasa khawatir dan akhirnya dengan terpaksa mentransfer uang sebesar Rp 412.500.000,- ke rekening pribadi EEH melalui Bank BNI Tanjung Redeb pada tanggal 27 Februari 2020.

"Sedangkan TRM menerima uang sebesar Rp 300 juta yang dikirim ke rekening pribadi TRM melalui Bank BNI Tanjung Redeb pada tanggal 27 Februari 2020,"

"Namun akta pelepasan dan pembebasan atas tanah dari ke enam kelompok tersebut hingga sampai sekarang ini belum ada," imbuhnya.

Atas kejadian tersebut, korban melaporkannya kepihak berwajib sehingga tim saber pungli bergerak cepat dan mengamankan kedua pelaku.

( TribunKaltim.co/Ikbal Nurkarim )

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved