Virus Corona

Produk APD Tenaga Medis Tarakan, Cak To Tailor and Gallery Beralih ke Ukuran Standar Internasional

Cak To Tailor and Gallery gunakan ukuran standar Internasional untuk membuat Alat Pelindung Diri ( APD ) berupa baju hazmat.

Penulis: Risnawati | Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.co/Risnawati
Cak To Tailor and Gallery gunakan ukuran standar Internasional untuk membuat Alat Pelindung Diri ( APD ) berupa baju hazmat pada Minggu (12/4/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Cak To Tailor and Gallery gunakan ukuran standar Internasional untuk membuat Alat Pelindung Diri ( APD ) berupa baju hazmat.

Mengingat ukuran badan orang Indonesia lebih kecil daripada ukuran luar negeri.

"Kita berusaha mengikuti standar luar negeri karena demi kenyamanan dan kita juga tahu teman-teman rekan medis banyak juga yang berukuran besar orangnya.

Jadi kita berusaha baju atau APD yang kita buat ini bisa dipakai semua ukuran," ujar pemilik Cak To Tailor and Gallery, Achmad Riyanto kepada TribunKaltim.co pada Minggu (12/4/20)

Ia mengaku dalam pembuatan baju hazmat ukuran standar internasional ini membutuhkan kain selebar 3 meter. Berbeda dengan ukuran standar nasional sebelumnya yakni 2,5 meter.

BACA JUGA:

 Pasien Positif Covid-19 Tambahan di Samarinda, Bukan dari Kluster Manapun, Riwayat ke Acara di Bogor

 Lawan Covid-19, Warga Pesona Bukit Batuah dan Taman Sari Balikpapan Resmi Karantina Wilayah

 Karantina Wilayah Pesona Bukit Batuah dan Taman Sari Balikpapan, Begini Penerapan Sistem Keamanannya

"Kalau standar kemarin yang kita buat itu 1 baju 2,5 meter, kalau sekarang harus 3 meter, bahkan kita lebihkan sedikit lagi," ujarnya.

Ia mengungkapkan alasannya menggunakan ukuran standar internasional, karena bahan yang digunakan tidak seelastis baju hazmat yang digunakan tenaga medis di luar negeri.

Sedangkan tenaga medis di Indonesia khususnya kota Tarakan ada beberapa yang berbadan besar sehingga butuh ukuran yang lebih besar pula dari ukuruan standar nasional pada umumnya.

"Kita dapat request teman-teman (tenaga medis kota Tarakan) mohon ukurannya agak dibesarin. Karena ada beberapa teman medis yang ukurannya sangat besar, jadi kita ambil contoh ukuran luar negeri," ungkapnya.

BACA JUGA:

 Raja Salman Asingkan Diri di Pulau Dekat Kota Jeddah, Ratusan Bangsawan Arab Saudi Positif Corona

 Ada Pasien Positif Corona di Kutim dari Jakarta, Bupati Ismunandar akan Isolasi Pendatang Zona Merah

 Pemberian THR di Kalangan PNS Samarinda untuk Tahun Ini Belum Bisa Dipastikan

Selain itu, Ia juga mengatakan agar mampu memproduksi dengan jumlah banyak, dirinya sangat membutuhkan tenaga penjahit lainnya. Segingga dapat mendistribusikan baju hazmat dengan jumlah banyak pula

"Kemarin kan sudah sempat koordinasi sama Dinas Perindustrian (kota Tarakan), sedangkan Dinas Perindustrian ini kan menaungi badan diklat pelatihan menjahit.

Nah itu kemarin kita mengajukan itu supaya dibantu tenaga dari sana gitu," imbuhnya.

IKUTI >> Update Virus Corona

( TribunKaltim.co )

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved