Breaking News:

Mengatasi Covid-19 Dengan Konsep La Londe Blum

WABAH Covid‑19 di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur cukup membuat khawatir bagi warga Kota Balikpapan. Pemerintah setempat bersama dinas kesehatan

WABAH Covid‑19 di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur cukup membuat khawatir bagi warga Kota Balikpapan. Pemerintah setempat bersama dinas kesehatan beserta aparat terkait bergotong‑royong mencegah dan mengatasinya.

La Londe Blum adalah konsep pendidikan kesehatan dengan mengedepankan ajaran keilmuan pada para penduduk. Masyarakat yang masih awam tentang kesehatan diberikan pendidikan hingga menjadi pandai dalam mengatasi masalah kesehatan termasuk Covid‑19.

Ada yang hilang dari konsep penanganan masalah kesehatan dewasa ini yaitu menjadikan masyarakat pandai dengan jalan memberikan pendidikan. Masyarakat hanya fokus mencari masker, dan hand sanitizier dengan harga selangit. Mereka melupakan pola hidup sehat, cara cuci tangan yang benar, kebiasaan buruk seperti menyentuh wajah ketika tangan kotor, membuang sampah sembarangan, dan sebagainya.

Bandingkan dengan negara‑negara maju lainnya seperti Canada, Jepang, dan negara‑negara yang pendidikan kesehatannya diajarkan secara baik di sekolah dasar.

Bayangkan ketika masyarakat mengenali dan memahami pencegahan penularan penyakit maka "lockdown" itu bisa saja tidak perlu terjadi. Rumah Ibadah tidak perlu ditutup, sekolah‑sekolah tetap masuk, bahkan pabrik‑pabrik tidak perlu merumahkan karyawannya. Ekonomi tidak perlu tersendat. Bahkan APD (alat pelindung diri) tidak akan langka.

Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan kewajiban pemerintah penjalan Undang‑Undang Dasar 1945. Maka dengan jalan mencerdaskan masyarakat akan karakter dari penyakit dan penularannya itulah maka masalah dapat teratasi dengan baik.

Memang semakin hari masyarakat semakin pandai dengan adanya gawai yang dapat mengakses internet dengan mudah sehingga informasi dapat tersebat dengan cepat, hanya saja ada yang hilang yakni konsep pencegahan yang jauh‑jauh hari semestinya meresap dalam diri masyarakat. Apa itu? Konsep hidup sehat.

Artinya bahwa ada atau tidak ada wabah, hidup sehat itu semestinya selalu dilakukan. Pemahaman penyakit ketika ada atau tidaknya Covid‑19 itu tetap dilaksanakan di sekolah‑sekolah, maupun kader masyarakat. Efeknya sangat besar, sebagai contoh adalah Jepang yang konsep hidup sehat ditanamkan di sekolah dasar hingga meresap dalam kehidupan mereka hingga dewasa, yakni budaya bersih‑bersih, budaya buang sampah, dan budaya antre.

Remaja usia sekolah menengah sudah mengerti cara membersihkan kamar mereka sendiri, membiasakan memisahkan sampah organik dan nonorganik. Hingga teknik memipihkan botol minuman plastik sebelum dibuang ke kotak sampah mereka.
Masyarakat bekas negara jajahan dalam tanda kutip masih terbiasa dengan rasa masa bodoh terhadap pemerintahnya. Dan ini ditanamkan selama generasi ke generasi pada zaman dahulu. Dan inilah yang perlu didobrak.

Masyarakat pribumi yang dibodohkan oleh penjajah harus bangkit dan mengubah paradigma masa bodoh tersebut dengan berlomba‑lomba belajar. Bukan sekedar mengambil informasi setengah‑setengah dari media sosial dan diterjemahkan secara serampangan oleh yang bukan ahlinya.

Keinginan untuk belajar konsep sehat seutuhnya bukan berarti memaksakan setiap orang untuk menjadi tenaga kesehatan. Tidak harus menjadi seorang dokter atau perawat untuk memahami konsep Lalonde Blum. Intinya adalah hidup sehat, hidup sehat, dan hidup sehat.

Masyarakat lupa dibikin pandai atau diberikan pendidikan namun disuruh "lockdown" hasilnya adalah seperti pasien‑pasien saya. "Saya lockdown bu" tapi ketika saya tanya tidurnya masih kurang dari 8 jam bahkan hanya 4 jam karena bermain gawai. Ada lagi yang saya tanya mengaku karantina mandiri malah mau pulang kampung ke Bogor yang zona merah, bersama anak‑anaknya pula. "Lockdown di rumah nenek aja" katanya.

Halaman
123
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved