Hasto Kristiyanto Mengaku Jawab 'Oke Sip' ke Anak Buahnya Setelah Terima Uang Suap dari Harun Masiku

Kepada Jaksa Penuntut Umum KPK, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto jawab oke sip ke Saeful Bahri setelah terima uang suap Harun Masiku & DP penghijauan

Kolase TribunKaltim.co / Tribunnews Chaerul Umam
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan pengakuan kepada Jaksa Penuntut Umum KPK terkait kasus suap Harun Masiku, Kamis (16/4/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO - Kepada Jaksa Penuntut Umum KPK, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku jawab ' oke sip ' ke Saeful Bahri setelah terima uang suap dari Harun Masiku dan jelaskan soal DP penghijauan.

Perlahan kasus suap yang melibatkan eks caleg PDIP Harun Masiku dengan mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, mulai terkuak oleh Jaksa Penuntut Umum KPK.

Diketahui Jaksa Penuntut Umum KPK menemukan adanya chat WhatsApp antara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dengan Saeful Bahri usai anak buahnya itu menerima uang suap dari Harun Masiku.

Bahkan Hasto Kristiyanto tak menampik dirinya membalas chat WhatsApp tersebut dengan jawaban ' oke sip '.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR RI dengan terdakwa Saeful Bahri, Kamis (16/4/2020).

Dalam sidang yang digelar secara telekonferensi ini, Jaksa Penuntut Umum KPK mengonfirmasi barang bukti berupa percakapan WhatsApp antara Hasto Kristiyanto dan Saeful Bahri.

Dicecar Jaksa KPK, Hasto Kristiyanto Akhirnya Bongkar Alasan PDIP Prioritaskan Harun Masiku ke DPR

Bos PDIP Megawati Singgung Soal PHK Akibat Covid-19, Langsung Instruksikan Kadernya Bergerak

Sebelum Dicokok KPK, Terkuak Wahyu Setiawan Karaokean dengan Kader PDIP Ini, Habis Sampai Rp 40 Juta

Jaksa Penuntut Umum KPK mengungkapkan, Saeful Bahri pernah mengirim chat kepada Hasto pada tanggal 23 Desember 2019 yang berbunyi

"Pak Harun ini geser 850".

Angka 850 itu diduga merujuk pada uang Rp 850 juta yang diserahkan eks caleg PDI-P, Harun Masiku ke Saeful Bahri pada 26 Desember 2019 sebagaimana tertuang dalam dakwaan.

Uang itu diduga akan digunakan untuk menyuap eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Halaman
1234
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved