PON Papua 2020

PON Papua 2020 Diundur, Anggota DPR RI Dapil Kaltim Hetifah Sjaifudian Nilai Ini Keputusan Tepat

Tokoh politik partai Golongan Karya ( Partai Golkar ) sekaligus Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur ( Kaltim ) Hetifah Sjaifudian

Penulis: Sapri Maulana | Editor: Budi Susilo
HO/DPR RI
Anggota DPR RI Komisi X daerah pemilihan Kalimantan Timur Hetifah Sjaifudian. Tokoh politik partai Golongan Karya ( Partai Golkar ) sekaligus Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur ( Kaltim ) Hetifah Sjaifudian menilai keputusan diundurnya Pekan Olahraga Nasional XX Papua ( PON Papua 2020 ) adalah langkah tepat, Kamis (23/4/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tokoh politik partai Golongan Karya ( Partai Golkar ) sekaligus Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur ( Kaltim ) Hetifah Sjaifudian menilai keputusan diundurnya Pekan Olahraga Nasional XX Papua ( PON Papua 2020 ) adalah langkah tepat.

Hetifah menjelaskan, sehari sebelum rapat terbatas antara Presiden Joko Widodo dan Kemenpora. DPR RI telah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kemenpora RI.

"Jadi kami sampaikan bahwa penundaan adalah langkah yang tepat. Namun, waktu pelaksanaan selanjutnya haruslah detail," kata Hetifah, saat dihubungi TribunKaltim.co via telepon, Kamis (23/4/2020).

Sebab, menurut Hetifah, kepastian tanggal pelaksanaan tersebut adalah hal yang paling dibutuhkan oleh pihak terkait. Terutama untuk atlet dan pelatih.

BACA JUGA:

 Pandemi Corona, Dinkes Kutim Berharap Tidak Ada Transmisi Lokal di Kutai Timur

 Soal Sembako Gratis, Wabup PPU Minta RT Hingga Lurah dan Kades Tidak Minta Pungutan ke Warga

 Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Bantu Warga yang Dikarantina di BKPSDM Bulungan

"Karena tidak mudah mereka melakukan persiapan. Jadwal menjadi salah satu acuan penyesuaian program latihan," jelas Hetifah.

Kesempatan Untuk Mematangkan Persiapan

Wakil Ketua Umum Komisi X DPR RI tersebut menilai, enundaan PON selama setahun merupakan suatu kesempatan semua pihak untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik.

"Bagi Komisi X DPR RI, kita dapat mengawal bersama terkait perubahan pelaksanaan pembangunan, baik sarana dan prasarana, juga pengadaaan peralatan”, ujarnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat di Kota Balikpapan, Jumat (28/2/2020).
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat di Kota Balikpapan, Jumat (28/2/2020). (TRIBUNKALTIM.CO/ FACHMI RACHMAN)

Ia menyatakan, penundaan ini erat kaitannya dengan pekerjaan fisik venue yang tertunda karena pandemi Covid-19.

“Diantaranya karena material dan pekerja yang sebagian didatangkan dari luar Papua kini terkendala teknis distribusi dan transportasi ke Papua", jelas Hetifah.

Selain itu, Hetifah menganggap penundaan ini dapat menghindari para pihak pelaksana dari permasalahan akuntabilitas keuangan.

“Anggaran PON 2020 adalah 4.14 T dari APBN dan 5.86 T dari APBD. Akan tetapi, dengan situasi COVID-19 dan fluktuasi nilai rupiah terhadap dollar, tentunya akan mengakibatkan kenaikan dan eskalasi anggaran.“, jelas Hetifah.

BACA JUGA:

 Ada Jadwal Uji Swab, 6 Santri Ponpes Temboro Magetan Dikarantina di Tarakan

 Dalam Sebulan, PMI Tarakan Bantu Semprotkan Disinfektan ke 639 Lokasi Untuk Tanggulangi Covid-19

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved