Ibu Kota Negara

Kalimantan Utara Penyangga Ibu Kota Negara, Sediakan Pangan dari Bulungan Malinau dan Nunukan

Kabarnya, Kalimantan Utara menjadi penyangga dari sisi pertanian, memenuhi pangan bagi wilayah Ibu Kota Negara

TRIBUNKALTIM.CO/DOAN PARDEDE
Beras sejahtera disimpan di dalam gudang Bulog Kabupaten Bulungan, Jalan Jelarai, Tanjung Selor, beberapa waktu lalu. Kabarnya, Kalimantan Utara menjadi penyangga dari sisi pertanian, memenuhi pangan bagi wilayah Ibu Kota Negara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kesiapan Kalimantan Utara sambut keberadaan Ibu Kota Negara bukan lagi diragukan. 

Pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara merasa percaya diri, daerah Kalimantan Utara bisa menjadi penyangga Ibu Kota Negara Indonesia yang lokasi di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. 

Kabarnya, Kalimantan Utara menjadi penyangga dari sisi pertanian, memenuhi pangan bagi wilayah Ibu Kota Negara

Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ) menyiapkan tiga daerah untuk penyuplai kebutuhan pangan ke ibu kota baru atau Ibu Kota Negara Indonesi di Kalimantan Timur.

Tiga daerah tersebut yakni Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Malinau. Nantinya, Kabupaten Bulungan dan Nunukan akan menjadi penyedia padi dan cabai.

BACA JUGA:

 Satukan Persepsi, Ormas di Kota Balikpapan Bentuk Dialog Mengenai Ibu Kota Negara

 Ahok Didukung Dewan Adat Dayak Pimpin Ibu Kota Negara Baru, Ormas Sodorkan Dua Nama Pendamping

 Kritik Jokowi Lambat Tangani Corona Rizal Ramli Minta Pemerintah Hentikan Pemindahan Ibu Kota Negara

Sementara, Kabupaten Malinau menjadi penyedia padi dan jagung. “Kami siapkan lahan pangan seluas 658.355 hektare tersebar di tiga daerah tersebut,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara Wahyuni Nuzband kepada wartawan, Selasa (28/4/2020).

Total lahan itu tersedia di Nunukan 325.123 hektare, Bulungan 164.512 hektare dan 168.720 hektare ada di Malinau.

“Tahun ini kami juga dapat bantuan dana dari Kementerian Pertanian untuk kelompok tani di tiga daerah tersebut,” tutur dia. Dana tersebut masing-masing digunakan pengembangan bawang merah seluas 40 hektare, aneka cabai seluas 160 hektare, padi sawah seluas 5.000 hektare, dan padi rawa seluas 5.000 hektare.

“Selain itu ada dukungan dana APBD Provinsi untuk pengembangan 1.200 hektare untuk padi sawah,” kata Wahyuni.

Halaman
12
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved