Jumat, 8 Mei 2026

Virus Corona

Selama PSBB tak Ada Penumpang, Cari Nafkah Kala Corona, Dua Hari Sekali Paling Dapat Rp 30 Ribu

Masa pandemi covid-19 atau virus Corona membuat dampak bagi beberapa orang, seperti di antaranya para pekerja yang biasa mencari kehidupan di jalan.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HP
ILUSTRASI Pekerja ojol atau ojek online di Kalimantan Timur yang sedang mengalami sepi penumpang, hanya berharap ada pemberian bantuan sosial. Masa pandemi covid-19 atau virus Corona membuat dampak bagi beberapa orang, seperti di antaranya para pekerja yang biasa mencari kehidupan di jalan raya, bekerja di luar kantor. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Masa pandemi covid-19 atau virus Corona membuat dampak bagi beberapa orang, seperti di antaranya para pekerja yang biasa mencari kehidupan di jalan raya, bekerja di luar kantor. 

Wabah Corona, eksesnya sampai ke kehidupan ekonomi. Ada satu cerita terungkap, seorang pengemudi ojek online atau ojol mengaku kesulitan mencari pelanggan sejak ada pandemi covid-19. 

Program pemerintah soal PSBB dalam pencegahan penyebaran virus Corona, membuat aktivitas masyarakat sepi.

Efeknya para pekerja ojol pun kesulitan mencari penumpang, penghasilan berkurang tidak seperti sebelum adanya wabah Corona

Didi Maryadi tidak bosan berada di luar rumah. Dia masih setia ditemani motor Yamaha matic andalan sambil membelah jalan-jalan kota Depok.

BACA JUGA:

 Pengetatan Sosial Diterapkan, Kualitas Udara di Balikpapan Nomor 1 Terbaik dari 39 Kota di Indonesia

 Pasien Pertama Positif Corona di Berau Kondisi Membaik, Tiga Masih Mengalami Keluhan

 Kursi Tamu Diberi Jarak, Bupati Kukar Gelar MoU, Berikut Nilai Pagu Anggaran Penanganan Covid-19

Tikungan demi tikungan dibabat habis dengan kuda besinya demi mencari penumpang. Wajar saja Didi berlaku seperti itu.

Selama empat tahun jadi pengemudi ojek online, ini adalah masa tersulit dalam pekerjaannya.

Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) diterapkan di Depok, hampir tidak ada penumpang yang hinggap di jok belakang motornya. Baru hari ini lah dia mendapatkan order mengantar kue.

“Alhamdulillah tadi habis bapak telepon saya, saya langung dapat order pertama. Rp 17.000 lumayan. Dari rumah saya ke daerah ITC Depok,” ucap pria berumur 42 tahun itu kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (30/4/2020).

Nadanya begitu tinggi ketika mengucapkan hal tersebut. Berbicaranya pun mendadak cepat, tanda dia bersemangat karena rezeki pertamanya di hari ini.

Selama dua minggu terakhir, Didi sudah cukup dibuat pusing dengan pandemi covid-19.

Penumpang yang tadinya bisa dia angkut 5 sampai 7 orang sehari kini sirna. Dia harus menunggu berjam-jam di pinggir jalan menanti penumpang.

Dalam sunyi di bibir jalan, banyak hal yang sedang dipikirkan. Apalagi kalau bukan makan anak dan istri di rumah.

BACA JUGA:

 Ratusan Remaja Dorong Motor dari Dermaga Kenyamukan ke Makolantas Kutim, Lantaran Balap Liar

 Lokasi KWPLH Beruang Madu Balikpapan Terdampak Pandemi Corona, Pengunjung Dilarang, Donasi Berkurang

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved