Virus Corona di Balikpapan

Balikpapan Ajukan PSBB, Gubernur Kaltim Setuju, Isran Noor: Saya Kira Memang Sebuah Kewajaran

Belum lama ini Walikota Balikpapan Rizal Effendi sampaikan kepada Gubernur Kaltim Isran Noor soal rencana peneparan PSBB di Kota Balikpapan

TRIBUNKALTIM.CO/KHOLISH CHERED
Gubernur Kaltim Isran Noor. Gubernur Kalimantan Timur ( Gubernur Kaltim ) Isran Noor mendukung rencana Pemkot Balikpapan mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) untuk mengendalikan penyebaran virus Corona atau covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Belum lama ini Walikota Balikpapan Rizal Effendi sampaikan kepada Gubernur Kaltim Isran Noor soal rencana penerapan PSBB di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur

Hal itu disampaikan Walikota Balikpapan Rizal Effendi dalam kaitannya di Kota Balikpapan sudah terdapat banyak orang yang dinyatakan positif Corona

Seperti apa tanggapan Gubernur Kaltim Isran Noor soal niatan Walikota Balikpapan Rizal Effendi memberlakukan PSBB di Kota Balikpapan?

Gubernur Kalimantan Timur ( Gubernur Kaltim ) Isran Noor mendukung rencana Pemkot Balikpapan mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) untuk mengendalikan penyebaran virus Corona atau covid-19.

BACA JUGA:

 BREAKING NEWS Positif Corona di Penajam Paser Utara Bertambah Satu, Pasien Transmisi Lokal Kedua

 Bandara APT Pranoto dan Bandara SAMS Ditutup, Para Sopir Travel di Bontang jadi Pengangguran

 Larangan Mudik Disambut Baik Walikota Balikpapan Rizal Effendi, Pemkot Segera Perketat Akses Darat

Pasalnya, tingkat penyebaran covid-19 di Balikpapan sudah transmisi lokal dan tercatat sebagai kota dengan jumlah pasien tertinggi di Kalimantan Timur.

"Saya kira memang sebuah kewajaran. Sebenarnya rapat terbatas Forkopimda pada 16 Maret 2020 di Balikpapan sudah bahas soal itu, hitungannya sudah tidak salah,” ungkap Isran Noor melalui keterangan pers tertulis yang diterima Kompas.com dari Humas Pemprov Kalimantan Timur, Sabtu (2/5/2020).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sudah mulai menerapkan pembatasan pergerakan keluar masuk Kalimantan Timur termasuk kota dan kabupaten.

Hanya saja, kala itu menggunakan istilah local lockdown, sehingga tak diperbolehkan.

"Kalau saja pada 17 Maret itu kita sudah lakukan local lockdown, maka mungkin kita ini tidak begini banyak," kata Isran Noor.

Halaman
12
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved