Langkah Anies Jadi Presiden Bisa Terancam, Anggota Prabowo Ini Beber Kejanggalan Tuduhan Sri Mulyani

Soal tuduhan terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan,anggota Prabowo yakini Sri Mulyani punya motif lain

Editor: Doan Pardede
TribunJakarta/ Tribunnews
MENKEU DITUDING BERPOLITIK - Soal tuduhan terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik menuding Menteri Keuangan Sri Mulyani bermain politik. 

Adapun untuk bansos tunai di luar Jabodetabek, pemerintah telah mencairkan Rp 3,48 triliun untuk 5,82 juta KPM yang disalurkan baik melalui bank maupun kantor pos.

"Untuk yang masuk dalam DTKS (Data terpadu Kesejahteraan Sosial) tapi belum dapat transfer kemungkinan memang belum ditransfer atau perlu dicek lagi. Tapi bansos yang berupa BLT maupun sembako masih ada tambahan 9 juta yang akan di-cover," jelas Sri Mulyani.

Tuding Sri Mulyani main politik

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik menuding Menteri Keuangan Sri Mulyani bermain politik.

Hal ini disampaikan Taufik menanggapi pernyataan Sri Mulyani yang menyebut Gubernur Anies Baswedan angkat tangan soal dana penyaluran Bantuan sosial (Bansos) yang akan diberikan kepada 1,2 warga miskin dan rentan miskin di Jakarta selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam menanggulangi Corona di Ibu Kota.

"Sudah Main Politik. Tuduhan Menkeu Sri Mulyani bukan hanya tidak sejalan dengan upaya Gubernur Anies," kata Taufik saat dikonfirmasi Jumat (8/5/2020) seperti dikutip dari gelora.co.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini mengatakan bila pernyataan Sri Mulyani ini hanya ingin menjegal langkah Anies Baswedan menuju Pemilihan Presiden pada 2024, maka tak seharusnya menggunakan cara dan mengeluarkan pernyataan yang memojokan.

"Kalau tujuannya ingin menjegal Anies Baswedan di kontestasi politik 2024, janganlah menggunakan cara yang tidak elegan," tegasnya.

Taufik lantas menilai pernyataan Sri Mulyani yang disampaikannya dalam rapat virtual bersama Komisi XI DPR RI itu tak lebih dari sebuah kabar bohong. Sebab faktanya kata dia, Anies sudah sangat siap menghadapi pandemi covid-19 ini.

"Saya membantah keras pernyataan Sri Mulyani tersebut. Pernyataan Sri Mulyani tersebut 100 persen tidak sesuai fakta alias hoaks,"ucapnya

Bahkan kata Taufik, Pemprov DKI malah lebih siap menghadapi wabah yang mendunia itu ketimabang Pemerintah Pusat sendiri.

"Faktanya Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies Baswedan justru lebih dulu memberikan Bansos kepada warga Ibukota yang terdampak covid-19 ketimbang Pemerintah Pusat,"tutupnya.

Disebut Sri Mulyani DKI tidak Mampu Salurkan Bansos, Anies Siapkan Rp 5 Triliun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan dana penanganan covid-19 hingga Rp 5 triliun lebih.

Dana itu dimasukan dalam pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2020.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved