Meski Berpenghasilan Tak Tentu, Maserani Tetap Rutin Bayar Iuran JKN

Istrinya waktu itu harus melahirkan secara caesar, kalau tidak ada BPJS Kesehatan mungkin ga akan mampu. Biayanya waktu itu sampai 7 juta sedangkan

HO - BPJS Kesehatan
Maserani menyebutkan program JKN-KIS ini bagus dan banyak manfaatnya, karena kita saling bantu membantu satu sama lain. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, apalagi program ini berjalan karena adanya sifat gotong royong yang dilakukan oleh seluruh pesertanya. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu peserta JKN-KIS di Kota Balikpapan, Maserani. Ia menyebutkan program JKN-KIS ini bagus dan banyak manfaatnya, karena kita saling bantu membantu satu sama lain.

"Program ini bagus dan bermanfaat, walaupun profesi saya sebagai juru parkir dan tidak tentu penghasilan saya berapa perharinya tapi saya tetap rutin bayar iuran. Saya yakin iuran saya bayarkan dapat bermanfaat bagi yang lainnya, ini kan gotong royong," ujar Maserani.

Saat ini, ia menumpang tinggal di rumah kerabatnya. Kesehariannya sebagai juru parkir, membuatnya harus bekerja keras diusia senjanya. Dalam upaya menjaga resiko di masa depan, program JKN-KIS merupakan hal yang penting baginya.

"BPJS Kesehatan itu penting bagi saya, pasti sangat bermanfaat pada saat kita butuh. Manfaat besar itu saya lihat sendiri, ketika itu teman saya yang berprofesi sebagai tukang bangunan. Istrinya waktu itu harus melahirkan secara caesar, kalau tidak ada BPJS Kesehatan mungkin ga akan mampu. Biayanya waktu itu sampai 7 juta sedangkan penghasilan suaminya 150 ribu per hari, itupun kalau kerja. Makanya saya rasa manfaat dari BPJS Kesehatan ini sangat besar," ujar Maserani yang sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2014.

Ia juga menyebutkan ada beberapa temannya yang belum memiliki jaminan kesehatan dan Ia pun selalu mengajak kepada seluruh masyarakat untuk dapat segera menjadi peserta JKN-KIS.

“Saya mengajak ke masyarakat lain, segera daftar jadi peserta JKN-KIS. Pertama, kita ga pernah tau kapan kita sakit, yang kedua kita sebagai masyarakat yang bisa dikatakan belum memiliki penghasilan tetap, belum tentu bisa membiayai biaya pengobatan yang kita butuhkan degan biaya sendiri dan yang ketiga rutin bayar iuran. Alhamdulillah selama ini iuran BPJS saya selalu rutin bayar, Insya Allah iurannya terjangkau,” ujar Maserani.

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved