2 Lagi Pasien Covid 19 di Tarakan Sembuh

Sejak PSBB Kasus Positif Covid-19 di Tarakan Jadi Landai, Walikota Larang Pejabat Gelar Open House

Kasus positif Virus Corona atau covid-19 di Kota Tarakan mulai landai. Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), 26 April 2019 h

Tribunkaltim.co, Risnawati
Walikota Tarakan dr Khairul melarang pejabat di lingkungannya menggelar acara open house lebaran. Selama pemberlakuan PSBB, angka kasus positif covid-19 mengalami penurunan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN- Kasus positif Virus Corona atau covid-19 di Kota Tarakan mulai landai.

Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), 26 April 2019 hingga Kamis (14/5/20) hari ini, tercatat pertambahan pasien positif covid-19 mencapai 9 kasus.

Jika dibandingkan data sebelum pelaksanaan PSBB, ada sebanyak 27 kasus konfirmasi positif covid-19 di Kota Tarakan.

Mengetahui hal tersebut, Walikota Tarakan, dr Khairul berharap pada Juni mendatang Kota Tarakan dapat menghirup udara bebas.

Dua Pekan Pemberlakuan PSBB di Tarakan, Kasus Positif Covid-19 Mulai Turun

"Jadi harapan kita mudah-mudahan kita bisa close lah ini, dan kita bisa menikmati udara bebas di bulan Juni. Tapi tentu kita harus bersakit-sakit dahulu gitu ya," ujar dr. Khairul.

Jika di daerah lain mengalami penurunan jumlah kasus konfirmasi positif, menurut dia, Pemerintah Kota Tarakan berani untuk memperlonggar larangan kegiatan-kegiatan publik.

"Mungkin rumah ibadah sudah boleh beribadah lagi. Anak sekolah juga sudah mulai beraktivitas. Yang pasti itu ASN sudah mulai bekerja. Itu dulu yang pasti karena kontaknya juga tidak terlalu banyak, terus nanti mungkin yang pekerja-pekerja yang lain," ucapnya.

Walikota Balikpapan Tegaskan Jika Ada Telur Busuk Dalam Bantuan Paket Sembako, Nanti Bakal Diganti

Walikota Bontang Larang ASN Lakukan Perjalanan Dinas Luar, Ancam tak Mau Teken Surat Tugasnya

Namun ia mempertegas bahwa hingga pelaksanaan PSBB masih berlangsung di Kota Tarakan, pihaknya akan tetap memperketat pelaksanaan PSBB tersebut.

Dia akan membuat surat edaran terkait larangan open house bagi pejabat-pejabat daerah di lingkungan Pemkot Tarakan.

"Kalaupun mau bersilaturahmi, ya keluarga-kelurga inti saja. Tapi ini kan bagian dari antisipasi kita. Makanya saya bilang tadi bagus kita sekaligus berkorban dulu. Mengorbankan semuanya itu tadi ya.

Mudah-mudahan setelah Juni itu kita bisa longgarkan. Harapan kami seperti itu, dan ini kalau kami lihat kasusnya sepertinya bisa (dilonggarkan) mudah-mudahan," ucapnya. (*)

Penulis: Risnawati
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved