Siapkan 2.000 Alat Rapid Test Gratis untuk Warga, Walikota Balikpapan Sebut Kekurangan Jarum Suntik

Balikpapan menjadi salah satu kota di Kalimantan Timur yang berstatus zona merah untuk penyebaran covid-19.

TRIBUNKALTIM.CO, CAHYO ADI WIDANANTO
Pelaksanaan rapid test massal terhadap penjual maupun pembeli di kawasan pasar Blauran, Balikpapan, Jumat (22/5/2020). Kegiatan ini akan dilakukan secara berkesinambungan untuk mendeteksi secara dini warga terinfeksi covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Balikpapan menjadi salah satu kota di Kalimantan Timur yang berstatus zona merah untuk penyebaran covid-19

Pemkot Balikpapan terus berupaya untuk mencegah pertambahan jumlah pasien positif covid-19, salah satunya dengan melakukan rapid test secara massal kepada warga Kota Minyak.

Kegiatan ini  rapid test massal dilakukan secara berkesinambungan, apalagi Pemkot Balikpapan telah mendapatkan bantuan 2.000 alat rapid test dari Pemprov Kaltim.

Untuk mempercepat deteksi Virus Corona ( covid-19 ), kini pemerintah akan melakukan tes massal. Rapid test massal ini digelar Pemkot Balikpapan secara gratis.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyebutkan, pemerintah menggelar tes cepat ini untuk mengetahui kondisi terkini masyarakatnya. Apalagi angka penambahan jumlah kasus positif Virus Corona kian bertambah seiring waktu.

Kali ini, bersama unsur Forkopimda menggelar rapid test di Posko Satgas Anti Narkoba Kelurahan Klandasan Ulu. Pemerintah menyasar para pedagang dan pembeli Coto Makassar di area Klandasan tersebut.

Kabar Duka Jelang Idul Fitri, Pesawat Airbus A320 Angkut 107 Penumpang Jatuh di Kawasan Permukiman

"Rapid test ini adalah tes cepat untuk mengetahui adanya indikasi terkena Virus Corona atau tidak. Kalau nanti hasil tesnya positif, maka akan kita tindak lanjuti dengan mengambil swab test, mengambil cairan belakang hidung dan kerongkongan," ujar Rizal.

Aksi ini untuk menghindarkan lebih banyak massa yang terpapar virus. Tes cepat ini bukan kali pertama, sebelumnya, dipimpin Dandim 0905/Balikpapan Letkol Armed I Gusti Agung melakukan tes serupa yang diperuntukkan bagi pedagang pasar Klandasan. "Alhamdulillah hasilnya negatif," kata Rizal Effendi

Sebelum melakukan rapid test, pedagang dan pembeli terlebih dahulu dicek suhu tubuhnya, kemudian mengantre untuk diambil darah dengan menyiapkan kartu identitas.

Sambut Lebaran Idul Fitri, Bolehkah Ziarah Kubur di Tengah Pandemi Covid-19? Ini Kata Quraish Shihab

"Semua pedagang plus pengunjung akan kita tes, pertama pedagangnya dulu, lalu pengunjungnya. Rapid test ini pengadaannya harus bergantian, karena dilakukan seluruh dunia, seluruh Indonesia," tuturnya.

Rizal Effendi menambahkan, tes cepat ini akan dilakukan terus menerus.

"Besok rencananya di mall plaza Balikpapan juga akan kita lakukan. Sambung-menyambung terus. Kita ada 2.000 alat rapid dari provinsi, hanya saja kita kekurangan jarum suntiknya, karena pengadaannya tidak gampang," ujarnya. (*)

Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved