Virus Corona
Obat Virus Corona Berbentuk Inhaler Dikembangkan, Bisa Membunuh Covid-19 di Area Pernafasan
sejumlah kabar bahagia mengiringi penelitian yang dilakukan untuk mencari obat virus Corona
Kebanyakan terjadi pada minggu kedua setelah terinfeksi Covid-19.
Kepala Synairgen, Richard Marsden, inhaler ini bisa cegah virus pada minggu kedua ini.
"Kita bisa menghentikan orang dari mengalami minggu kedua yang buruk. Boris Johnson memiliki masalah itu pada minggu kedua ketika dia berada di rumah sakit.
"Itu tampaknya menjadi polanya, sekitar sepuluh hari ketika orang-orang mengalami masalah besar.
"Mereka beralih dari gejala mirip flu menjadi sangat terengah-engah dan mengalami radang paru-paru," ucap Richard.
• Bukan Hanya Wilayah Khofifah, Jokowi Minta Jajarannya Fokus ke 5 Provinsi, Apresiasi Daerah Anies
• Yang Terjadi Pada Tubuh Ratusan Relawan Usai Disuntik Vaksin Virus Corona, Kabar Gembira dari China
• Beredan Video Syur Mirip Syahrini, Anak Buah Idham Azis Tangkap Pelaku, Hukumannya Tak Main-main
Setelah mengembangkan masalah pernapasan dan gejala lainnya, pasien akan diberikan serangkaian pengujian penuh.
penhujian ini akan dilakukan dalam waktu 72 jam.
Para pasien akan menggunakan inhaler satu isapan dalam sehari.
Kemudian akan dicatat perubahan apa yang terjadi di saturasi dan suhu oksigen.
Setelah 14 hari, dokter akan memantau terus para pasien ini.
Hal ini untuk memastikan psien tak kambuh lagi.
Uji coba ini berfokus pada pasien yang berusia 50-65 tahunan.
Para pasien ini sebelumnya sudah teruji klinis di rumah sakit dengan hasil positif terinfeksi Covid-19.