Pasien Covid-19 di Balikpapan Sembuh Paling Cepat Dibanding Lainnya, Ternyata Ini Rahasianya

Kabar gembira kembali datang dari pasien positif berkode BPN 49. Pasalnya seorang laki-laki berusia 51 tahun ini, dinyatakan telah sembuh. Dibalik kes

TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Pasien covid-19 berkode BPN 49 menjadi pasien sembuh paling cepat di Balikpapan, ia juga menerima bingkisan dari Gugus Tugas sebagai tanda apresiasi atas kesembuhannya. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Kabar gembira kembali datang dari pasien positif berkode BPN 49. Pasalnya seorang laki-laki berusia 51 tahun ini, dinyatakan telah sembuh.

Dibalik kesembuhannya, pasien bernama Helmi Chaniago ini ternyata merupakan salah satu pasien paling cepat sembuh di Kota Balikpapan.

Ia hanya dirawat selama 9 hari di Rumah Sakit milik BUMN, yakni RS Pertamina Balikpapan.

Dari rahasianya, ternyata ia hanya membuka diri kepada psikiater terhadap segala hal yang ia rasakan.

Tiga Daerah Ini Diusulkan Gubernur Kaltara Untuk Diberlakukan New Normal

“Kami mendapatkan bantuan kejiwaan psikiater untuk curhat dan sebagainya untuk memberikan solusi, itu yang sangat membantu penyembuhan kami,” ujar Helmi Chaniago, Kamis (28/5/2020).

Kesembuhan ini tak lain juga didukung dengan beberapa pola penanganan yang diterapkan oleh rumah sakit, di antaranya dengan memberi kesempatan kepada setiap pasien untuk berjemur selama 10 menit untuk bisa merasakan matahari.

Selain itu, alat PCR yang dimiliki oleh RS Pertamina Balikpapan pun turut mendukung dalam mengetahui hasil pasien secara cepat.

Pasien Baru Positif Corona Bukan Warga Balikpapan, Walikota Bakal Terapkan Kebijakan Anies Baswedan

"Saya masuk tanggal 18 Mei, di tanggal 22 swab negatif pertama, di tanggal 24 sudah negatif 2 kali. Jadi 9 hari sudah selesai. Dengan adanya PCR memang sangat membantu hasilnya lebih cepat," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Elies Pitriani selaku dokter spesialis paru yang menangani pasien kali ini turut memberi penjelasan mengenai riwayat pasien.

Ternyata di awal masuknya pasien BPN 49 ini, hanya dicurigai mengalami stroke hemoradik atau bahasa mudahnya mengalami kelemahan syaraf di titik sebelah kiri.

Namun setelah dikonsulkan, ternyata ditemukan bercak yang mengarah ke pneumonia dan langsung ditindaklanjuti dengan PCR.

Sempat Viral Dokter Bongkar Kebobrokan Jajaran Risma di Surabaya Atasi Virus Corona, Berujung Maaf

"Dia masuk dengan keluhan, awal ada gejala. Salah satu gejala pasien covid-19 ( Virus Corona ) tidak hanya bapil (batuk pilek), demam, atau sesak. Ada manifestasi seluruh tubuh seperti syaraf, gatal di kulit, abdominal," ujarnya.

Sehingga, dokter Elies pun menyarakankan apabila masyarakat memiliki gejala seperti yang dijelaskan, maka segeralah datang ke fasilitas kesehatan untuk segera memeriksakan diri.

"Pak Helmi ini sudah beberapa kali juga pindah rumah sakit, dalam diagnosanya sama yaitu stroke. Tapi di RSPB waktu ditangani saya barulah ketahuan ternyata hasilnya positif, karena saya waktu itu juga sudah curiga ada tanda lain," ucapnya. (*)

Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved