Kamis, 16 April 2026

Menuju New Normal, Walikota Tarakan Sebut Banyak Protokol Kesehatan Harus Disosialisasikan

Sebelum menuju new normal, banyak protokol kesehatan yang harus disosialasisasikan oleh Pemerintah Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Penulis: Risnawati | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Walikota Tarakan, dr Khairul menyampaikan bahwa sebelum menerapkan new normal akan melakukan sosialisasi protokol kesehatan 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN- Sebelum menuju new normal, banyak protokol kesehatan yang harus disosialasisasikan oleh Pemerintah Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Tarakan, dr Khairul, Senin (1/6/20)

Ia mengatakan, banyak protokol kesehatan yang harus disosialisasikan. Ia mencontohkan rumah ibadah yang sebelumnya ditutup namun ternyata sudah banyak yang buka untuk melaksanakan ibadah.

"Maunya kita kan protokol itu betul-betul diikuti. Karena nanti kalau misalnya baru seminggu kita jalankan new normal tiba-tiba terjadi lonjakan kasus. Kan kita harus mulai lagi PSBBnya," ujarnya kepada awak media.

Tidak ingin terjadi lonjakan kasus pada saat pemberlakuan new normal nantinya, ia meminta masyarakat untuk tetap disiplin.

Baca Juga

Cara Penularan Covid-19 dan Pencegahannya, Mencuat Rencana Penerapan New Normal

Rumah Ibadah Dibuka saat New Normal, Bikin Dokter Berdebar-debar, Ada Potensi Covid-19 Meluas

Soal New Normal, Pakar Epidemiologi Sebutkan Kesalahan Pemerintah, Membuat Masyarakat Bingung

"Makanya kami juga melihat setelah ini ya, tadi belum diumumkan aja udah ada yang mulai, kita jadi ngeri juga. Begitu surat diterima tapi sosialisasi belum dilakukan dengan baik protokolnya kan jadi masalah," ungkap dia.

Sementara itu, ayah dari 4 anak ini juga mengatakan bahwa terkait rumah ibadah, pihak-pihak terkait yang nantinya akan mensosialasiasikan protokol kesehatan tersebut.

"Rencananya sih kalau rumah ibadah kan kalau di muslim nanti majelis ulama yang membantu dewan masjid untuk mensosialisasikan protokol kesehatan di rumah ibadah.

Terus di restoran, cafe, hotel, saya berharap PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) mensosialisasikan," sebutnya.

Dirinya tak menginginkan jika protokol kesehatan tidak disosialisasikan dengan baik dan tidak dijalankan dengan benar akan menimbulkan klaster baru di Tarakan.

Meski demikian, Ia menyampaikan bahwa yang ingin diselesaikan lebih dulu ada pelonggaran-pelonggaran pada masa-masa akhir perpanjangan PSBB.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved