New Normal di Kukar
Guru Penggerak Kukar Bahas New Normal di Lingkungan Madrasah via Dialog Virtual Kota Raja Channel
Pembahasan mengenai penerapan new normal hingga saat ini masih santer dibicarakan dan kerap menjadi topik pembahasan di sejumlah forum.
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pembahasan mengenai penerapan new normal hingga saat ini masih santer dibicarakan dan kerap menjadi topik pembahasan di sejumlah forum.
Kali ini, KIM Web bersama Guru penggerak Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar ) Provinsi Kalimantan Timur menggelar diskusi secara virtual.
Hal itu disiarkan melalui kanal YouTube Kota Raja Channel, Diskominfo Kukar, membahas mengenai penerapan new normal di lingkungan madrasah, Sabtu (6/6/2020) kemarin.
Baca Juga: 4 Hal yang Disiapkan dalam New Normal Pendidikan, Butuh Peran Juga dari Pemerintah Daerah
Pada kesempatan tersebut, Iwan Hartono dipercaya memandu jalannya diskusi, bersama ustadz Irfan Anshori Masdar sebagai narasumber utama yang merupakan Kepala MAN II Kukar.
Ustadz Irfan Anshori Masdar menyampaikan, terkait dengan penerapan new normal di lingkungan sekolah memang masih menjadi pembahasan, dan menjadi polemik.
Baca Juga: Sudah 16 Sampel Swab Diperiksa Melalui Cartridge TCM TB RSUD Abdul Rivai Berau, Begini Hasilnya
Baca Juga: Cara Mengantar Anak Kukar Menuju Prestasi, Penguatan Kualitas Lembaga PAUD di Kutai Kartanegara
Namun, sejumlah panduan mengenai sistem pembelajaran dimasa pandemi virus corona ini telah diatur oleh Kementerian terkait.
Seperti Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor : 2791 Tahun 2020 tentang Panduan kurikulum darurat pada Madrasah
Dan Surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 15 tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran Corona atau covid-19.
"Dari sisi aturan sudah ada, baik dari Kemendikbud dan Kemenag, tinggal bagaiamana kita di sekolah menyikapi hal itu," jelasnya.
Menurutnya, jika nantinya new normal juga diterapkan di lingkungan Madrasah, maupun sekolah, sejumlah hal perlu diperhatikan guna pencegahan penyebaran virus corona.
Dinataranya, terkait dengan waktu keberangkatan siswa menuju sekolah. Sebaiknya tidak memberangkatkan siswa pada jam-jam padat kendaraan, atau lalu lintas di jalan.
"Ini harus diatur, entah nanti Dishub atau Pemkab Kukar yang siasati hal ini. Tapi, sekali lagi ini hanya gagasan saja, sesuai dengan panduan yang saya baca," ungkapnya.