Virus Corona

Belum Ada Pengumuman Resmi Penemuan Obat Covid-19, Bagaimana Temuan Unair? Penjelasan Lengkap Rektor

Masih belum ada pengumuman resmi penemuan obat covid-19 di Indonesia maupun dari luar negeri, bagaimana temuan Unair? Penjelasan lengkap Rektor

canva/tribunkaltim
Ilustrasi. Masih belum ada pengumuman resmi penemuan obat covid-19 di Indonesia maupun dari luar negeri, bagaimana temuan Unair? Penjelasan lengkap Rektor 

TRIBUNKALTIM.CO - Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi penemuan obat covid-19 dari Indonesia maupun di luar negeri, bagaimana dengan temuan Unair, ini penjelasan lengkap dari Rektor.

Sementara ini, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi telah ditemukan obat virus Corona baik di Indonesia maupun dari luar negeri.

Dua negara yang getol melakukan penelitian demi menemukan obat virus Corona atau covid-19 adalah Amerika dan China.

Lantas bagaimana dengan pernyataan yang menyebutkan Peneliti Universitas Airlangga ( Unair ) Surabaya, Jawa Timur ( Jatim ) telah menemukan potensi obat covid-19.

Berikut ini penjelasan lengkap Rektor Unair Prof Moh Nasih perihal obat Corona atau covid-19 tersebut.

Menurut Nasih, para peneliti Unair Surabaya menemukan potensi dua formula dalam penelitian Stem Call yakni Haematopotic Stem Cells (HSCs) dan Natural Killer (NK) cells sebagai obat covid-19.

Peneliti Unair Temukan Potensi Obat Covid-19, Ada Lima Kombinasi Obat yang Efektif Tangkal Corona

Kabar Baik, Unair Temukan Obat Covid-19, Sudah Produksi tapi Sebagai Obat Program, Ini Penjelasannya

PSBB Dicabut, Khofifah Blak-blakan Akui Surabaya Belum Aman, Paparan Pakar dari FKM Unair Diungkap

Profesor Unair Temukan Formulasi Cegah Penularan Virus Corona dari Ramuan Jahe, Kunyit dan Temulawak

"Dari hasil uji HSCs ditemukan bahwa setelah 24 jam virus SARS CoV2 isolat Indonesia sudah dapat dieliminasi oleh stem cells tersebut," ujar Rektor Unair Prof Mohammad Nasih di Surabaya, Jumat (12/6/2020).

Hasil uji NK cells terhadap virus, kata dia, setelah 72 jam didapatkan sebagian virus dapat diinaktivasi oleh NK cells tersebut.

Dengan demikian keduanya memiliki potensi dan efektivitas yang cukup bagus sebagai pencegahan maupun pengobatan virus SARS CoV 2 yang merupakan sel covid-19 asli Indonesia.

"Kedua pengobatan alternatif itu bisa menjadi rekomendasi bagi para dokter, industri obat dan masyarakat dalam menangani covid-19 secara cepat," ucapnya.

Nasih mengatakan bahwa Unair akan terus mendukung segala usaha untuk mempercepat penanganan covid-19 di Indonesia.

Hal itu, lanjut dia, merupakan bentuk ikhtiar yang dilakukan dalam bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Kami akan mendukung penuh penelitian Unair terkait percepatan covid-19 ini.

Semoga ini menjadi langkah baik bagi riset Indonesia dan untuk membuktikan penelitiannya dalam waktu singkat.

Halaman
1234
Sumber: Surya
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved