Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Timur

Belajar di Rumah Diperpanjang hingga Akhir 2020, Sekolah di Kutim Belum Siap Menuju New Normal

Seluruh siswa sekolah di Kutim, kata Roma, masih lebih aman belajar dari rumah dengan memanfaatkan teknologi informasi.

TRIBUNKALTIM.CO/MARGARET SARITA
BELAJAR DI SEKOLAH - Suasana belajar di sekolah. Gambar diambil sebelum pandemi Covid-19. Pemkab Kutai Timur memutuskan memperpanjang belajar di rumah hingga akhir tahun 2020. 

SANGATTA, TRIBUN - Program belajar di rumah dilanjut hingga akhir tahun 2020. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, Dr Roma Malau mengaku belum menerima surat edaran resmi terkait hal tersebut.

Namun, ia menyatakan setuju dengan aturan Pemerintah Pusat. Karena, tentu demi kebaikan para peserta maupun tenaga didik.

“Saat Video Conference antar Kepala Dinas se-Kaltim dan Kaltara belum lama ini, saya sampaikan bahwa sekolah-sekolah di Kutai Timur (Kutim) belum siap ‘New Normal’ atau belum siap untuk belajar kembali di sekolah,” kata Roma.

Menurutnya, para siswa di Kutim baru bisa kembali belajar di sekolah, paling tidak Januari 2021. Karena banyak hal-hal yang harus dipertimbangkan, terutama mencegah anak-anak biasanya akan berkerumun dan bermain bersama.

“Di Kutim saya belum berani (berlakukan program belajar di sekolah). Risikonya sangat tinggi untuk anak. Selain, daya tahan tubuh juga berbeda. Kita tidak bisa samakan dengan daerah lain,” ungkapnya.

Seluruh siswa sekolah di Kutim, kata Roma, masih lebih aman belajar dari rumah dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Selanjutnya guru-guru diimbau untuk terus berinovasi, agar murid-murid tidak bosan belajar dari rumah. Begitu juga dengan Dinas Pendidikan Kutim, akan melakukan inovasi-inovasi belajar yang menyenangkan, meskipun dilakukan dari rumah saja.

Roma menambahkan bahwa Kemendikbud juga telah menyerahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan di seluruh daerah, terkait metode pembelajaran yang digunakan. Menyesuaikan kondisi dan geografis di daerah masing-masing. Jika tak terjangkau teknologi informasi, maka guru tetap diimbau untuk melakukan belajar tatap muka.

“Tapi maksimal (belajar mengajar) dengan lima siswa saja,” kata Roma.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/sar)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved