Guru Penggerak dan KIM Web Kukar Gelar Pembelajaran Daring Melalui Streaming Kota Raja Channel
Guru penggerak bersama KIM Web Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur kembali hadir pada proses pembelajaran daring melalui siaran
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG - Guru penggerak bersama KIM Web Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur kembali hadir pada proses pembelajaran daring melalui siaran YouTube Kota Raja Channel.
Jadwal untuk pembelajaran daring pun sudah disusun oleh guru penggerak Kukar, pertemuan akan dilangsungkan setiap hari Senin - Jumat pukul 16.00 - 17.00 Wita dengan beragam materi pelajaran.
Pembelajaran daring tersebut akan dimulai pada 13 Juli 2020, saat tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai.
"Efektifnya tanggal 13 Juli 2020 saat tahun ajaran baru," ucap Koordinator BK, sekaligus pembina literasi di MAN 2 Tenggarong dan salah satu guru penggerak Kukar, Nurlia Shanty Agustin, Minggu (21/6/2020).
Baca Juga
Daerah Anda Tak Termasuk? Daftar Lengkap Kabupaten/Kota Zona Hijau yang Diizinkan Sekolah Tatap Muka
Selama Pandemi Covid-19, Biaya Sewa Kantin Sekolah di PPU Diberi Diskon 90 Persen, Begini Alasannya
Kabar Gembira! Peserta SKB CPNS Bisa Daftar Sekolah Kedinasan 2020, Inilah 10 Instansi Sepi Peminat
Pembelajaran daring itu diperuntukan bagi seluruh siswa se-Kabupaten Kukar.
Untuk dapat mengikuti pembelajaran daring tersebut, cukup mengakses YouTube Kota Raja Channel, siswa sudah memperoleh ilmu yang sangat bermanfaat.
"Ya, tinggal ikuti tautan link YouTube streaming saja," imbuhnya.
Guna dapat semakin bermanfaat, saat ini pihaknya tengah mengajukan SK ke Bupati Kukar sebagai ketetapan agar siswa Kukar dapat benar-benar memanfaatkan pembelajaran daring tersebut.
"Setelah SK keluar, wajib untuk semua sekolah SMA/MA/SMK dan Paud se Kukar mengikuti pembelajaran daring ini," tegasnya.
"Saat ini masih dalam tahap pengajuan ke Bupati dengan inisiasi Diskominfo Kukar," sambungnya.
Pengajar yang menjadi narasumber pada pembelajaran daring tersebut berasal dari guru-guru sekolah di Kukar, terutama guru SMA dan PAUD.