Breaking News:

Lagi Diburu Penggemarnya, Dinamakan Puring Ayu Ting Ting, Tanaman Hias ini Sedang Naik Daun

Tanaman hias ini sangat mudah tumbun, malah tak butuh perawatan khusus karena sering kali tak disiram beberapa hari masih bisa bertahan.

Editor: Rita Noor Shobah
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Lagi Diburu Penggemarnya, Dinamakan Puring Ayu Ting Ting, Tanaman Hias ini Sedang Naik Daun. Widodo saat di lahan pembibitan Puringnya 

TRIBUNKALTIM.CO - Lagi diburu penggemarnya, dinamakan Puring Ayu Ting Ting, tanaman hias ini sedang booming dan dicari peminat dari luar pulau.

Tak dipungkiri, salah satu imbas dari Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) dan di rumah saja, membuat banyak orang menekuni hobi baru atau kembali melakukan hobi lama. 

Salah satunya adalah berkebun atau bercocok tanam.

Nah, salah satu yang banyak dicari dan sedang naik daun adalah tanaman puring.

 Kabar Gembira Jawa Timur, Meski Jadi Zona Merah covid-19, Tito Karnavian Beri Khofifah Penghargaan

 Blak-blakan Juragan Tanah Beber Jual 6 Hektare Tanah Pulau Malamber ke Bupati Penajam, Sisa Rp 1,8 M

 Andai Bertemu John Kei, Nus Kei akan Ambil Posisi Ini, Beber Filsafat Suku Kei Maluku Satu Kesatuan

 Jajaran Idham Azis Beber John Kei Terancam Hukuman Mati, Godfather Jakarta Kena Pasal Berlapis Ini

Kusno Widodo (47), warga Desa Boro, Kecamatan Selorejo, adalah mungkin salah seorang yang bisa membaca peluang usaha tersebut.

Di saat orang tak ada yang melirik untuk budi daya bunga puring, ia jauh-jauh hari sudah menyiapkannya.

Begitu mulai booming, ia tinggal memetik hasilnya. Karena memang, ia sudah banyak stok puringnya, mulai lokal sampai yang langka.

Bahkan, tempat usahanya, seluas sekitar 1.000 m2, yang ada di samping pekarangan rumahnya itu kini sering dikunjungi pembeli.

Seperti Senin (22/6/2020) siang, ada tiga orang yang mengaku dari Kota Batu. Mereka itu pedagang bunga, yang sedang kulakan ke Widodo.

Ketiganya membawa pick up dan masing-masing memborong sekitar 200 polybag atau senilai sekitar Rp 800 ribu. Sebab, yang dibeli hanya puring jenis lokal, untuk dijual kembali.

"Ya, tiap hari ada saja sampai kami ini sering kehabisakan stok. Padahal, kami sudah menyiapkan lama dengan dibantu lima orang (tetangga)," ungkapnya.

Selain melayani pedagang lokal, Widodo juga punya banyak pelanggan dari luar kota. Malah, dengan banyaknya stok puring-puring langka, pelanggan dari luar jawa, mulai memborongnya.

Katanya, seringkali puringnya dikirim ke pelanggan tetapnya, yang asal Pinrang, Sidrab, Bone ( Sulawesi Selatan).

Untuk pelanggan dari Bone, biasanya sekali beli bisa sampai Rp 5 juta karena yang dibeli kebanyakan jenis puring yang langka.

Seperti puring yang biasa disebut di pasaran puring Poskar dan Ayu Ting Ting.

Itu disebut puring Ayu Ting Ting karena bentuk daunya imut-imut dan warnanya kemerah-merahan.

Widodo saat di lahan pembibitan Puringnya
Widodo saat di lahan pembibitan Puringnya (SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq)

"Nggak tahu siapa yang memberi nama, namun orang-orang menyebut puring Ayu Ting Ting, nama artis dangdut itu," papar suami Ny Rusiati ini.

Mengapa ia jatuh cinta pada usaha bunga yang punya nama latin Codiaeum variegatum ini? Menurutnya, itu karena tingkat risikonya hampir tak ada karena bunga puring itu mudah tumbuh.

Bahkan, cukup ditancapkan saja, itu bisa tumbuh.

Malah, tak butuh perawatan khusus karena sering kali tak disiram beberapa hari masih bisa bertahan.

Karena itu, puring itu sering tumbuh liar di mana-mana, bahkan tak jarang dijadikan pagar pekarangan.

 Luhut Sebut Putra SBY, Adik AHY Anak Kolong, Menko Kemaritiman: Saudara Ibas, Saya Bangga Lihat Anda

 Keputusan Resmi Arab Saudi, Ibadah Haji 1441 H Digelar, Fachrul Razi: Utamakan Keselamatan Jamaah

 Polisi Bongkar Peran John Kei di Rencana Pembunuhan Nus Kei, Hukuman Mati Jerat Godfather Jakarta

 Jadwal Acara TV Hari Ini Selasa 23 Juni, ANTV RCTI GTV SCTV TRANS Drakor, Premium Rush, & Film India

"Bagi orang yang nggak paham ya seperti itu. Bisa dijadikan pagar pekarangan, juga bisa dibuat pakan kambing," paparnya yang mengaku sudah enam tahun menekuni usaha itu.

Ia mengaku, awalnya ia membudidayakan puring itu karena dapat pesanan dari temannya, untuk disuruh membuat taman di beberapa tepi jalan raya di wilayah Kabupaten Blitar. Karena tak punya stok, bapak dua anak ini beli ke Kota Batu.

"Di Batu, katanya bunga itu cukup laku keras sehingga kami akhirnya mulai membudidayakan dengan mencari di pagar pekarangan orang," ujarnya.

Dari coba-coba itu, akhirnya banyak pembeli yang datang. Kini, ia punya empat empat lahan, tiga di antaranya buat pembibitan sedang satu lahan lagi buat mendisplay bunga puring yang siap dijual.

Ia mengaku sudah punya stok berbagai varietas puring, mulai lokal, sampai yang langka. Seperti puring Poskar, dan Kirana, yang punya karakter daunnya bersinar jika kena sorot lampu.

Itu karena warna daunnya mengkilat agak kekuning-kuningan dengan paduan hitam kemerah-merahan dan bentuk daunnya oval.

Sementara, puring mentimun dan sakura, daunnya panjang, warnanya bervariasi. Itu domonasi warna hijau dengan bibir daun agak kekuning-kuningan. Itu kebanyakan disuka pembeli lokal.

Ada satu lagi jenis puring kura-kura. Itu disuka banyak peminat karena daunnya melintir dengan daun lebar. Sedang, daunnya yang panjang melintir itu jenis puring jet dan keris.

"Meski bisa dibilang langka namun harganya tak mahal atau sekitar Rp 80 ribu per polibek, dengan tinggi sekitar 1 meter. Jenis ini laku keras karena bentuknya bagus namun terjangkau," ujarnya yang mengaku bisa menghidupi keluarganya dari usaha budidaya puring tersebut.

Bukti sukses, ia mengaku sudah tak bingung untuk mencari penghasilan lainnya. Malah, ia sudah bisa beli beberapa lahan atau pekarangan buat memperbesar usahanya. Belum lagi, ia juga menginvestasikan hasilnya buat beli sawah.

"Jika dulu saya jadi buruh atau kuli, kini alhambudillah saya sudah bisa menggaji tetangga, yang ikut kerja di sini. Ya rata-rata sebulan, kami masih mendapatkan penghasilan bersih sekitar Rp 15 juta," ungkapnya.

Bahkan, ia tak hanya memotivasi buat orang yang lagi bingung mencari pekerjaannya. Kini ia sudah berhasil meyakinkan para tetangganya untuk membudidayakan puring tersebut.

Tak pelak, untuk menuju ke rumahnya, di sepanjang jalan gangnya, itu banyak tanaman puring di polibek itu tak lain, usaha para tetangganya.

Mereka juga tertarik membudidayakan puring, dari motivasi Widodo. Bahkan, selama ini Widodo yang menampungnya, untuk dijual kembali. Itu karena Widodo seringkali kehabisan stok.

 Amarah Zidane saat Real Madrid Kudeta Barcelona di Liga Spanyol, Dituding Berbau Kontroversi Wasit

 Selain Tangkap John Kei, Anak Buah Idham Azis di Jatim Curi Perhatian, Polisi Tembak Mati Penjahat

 VIRAL, 2 Gadis yang Masih Saudara Sepupu, Dinikahi Saepul Sekaligus, Keluarga Takut Ada Pertengkaran

Kebiasaan John Kei Tiap akan Digerebek Polisi, Ketua RT Sebut Sikapnya Berbeda Saat Peristiwa Itu

"Dengan keterlibatan para tetangga itu, kami bisa memberikan penghasilan tambahan karena tak lagi hanya mengandalkan panen di sawah. Ya, ada kalau 20 KK yang kini melakukan budi daya seperti kami" ujarnya.

Dari keberhasilannya membangkitkan motivasi para tetangganya itu, Wododo kian dikenal namanya.

Malah, beberapa pejabat, siap membantu pemasarannya. Di antaranya, Eko Proyono, Kades Boro, Sukardi, mantan Sekda Madiun, dll.

"Ya, ada beberapa yang datang ke sini. Namun, kami masih mengandalkan pelanggan lama. Itu pun sering kehabisan stok. Seperti saat ini, kami masih punya stok tanaman puring sekitar 5.000 polibek dan 2.000 yang siap jual," pungkasnya

(*) 

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Namanya Puring Ayu Ting Ting, Tanaman Hias ini Tengah Diburu, Peminatnya Hingga Luar Pulau, https://suryamalang.tribunnews.com/2020/06/22/namanya-puring-ayu-ting-ting-tanaman-hias-ini-tengah-diburu-peminatnya-hingga-luar-pulau?page=all.
Penulis: Imam Taufiq

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved