Virus Corona di Bontang
Transparansi Anggaran Covid-19 Rp 149 Miliar di Bontang, Sekda; Kami Didanpingi Kejari dan Polres
Transparansi pengelolaan anggaran penanganan Covid-19 jadi harga mati. Jangan sampai miliaran dana yang berasal dari APBD tak tepat sasaran.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Transparansi pengelolaan anggaran penanganan Covid-19 jadi harga mati. Jangan sampai miliaran dana yang berasal dari APBD tak tepat sasaran.
Sekretaris Daerah Bontang, Aji Erlynawati memastikan pemerintah selama ini terbuka dalam penggunaan anggaran Covid-19.
Apalagi mereka juga didampingi pihak Kejaksaan dan Kepolisian selama ini. Apabila ada pihak-pihak yang hendak melakukan audit anggaran, mereka pun siap saja.
"Kami didampingi Kejaksaan dan Polres selama ini," katanya.
Dijelaskan Iin sapaan akrabnya, Tim Penanganan Covid-19 Bontang mengalokasikan anggaran senilai Rp86 miliar.
Baca juga; Agnez Mo tak Diizinkan Orangtuanya Kembali ke Amerika karena Pandemi, Khawatir Gelombang Kedua
Baca juga; Cerita Milenial Jualan Daring di Balikpapan, Omzet Miliaran dan Buka Lapangan Pekerjaan
Dana tersebut masuk ke dalam anggaran Dana Tak Terduga ( DTT ) yang disiagakan Pemkot Bontang sebesar Rp149 miliar, berdasarkan perintah refocusing anggaran SKB 2 Menteri di masa pandemi.
"Itu (Rp68 miliar) bagian dari Rp 149 miliar. Itu tak kita belanjakan semua. Kan, nanti ada rasionalisasi. Ada dana-dana OPD yang terpotong kita tinjau kembali," jelasnya.
Sesuai komitmen pemerintah, kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) hingga program lainnya bakal dituntaskan hingga 3 bulan, terhitung sejak Maret 2020.
Baca juga; Dijanjikan Kuota Internet, Seorang Gadis di Bawah Umur Dirudapaksa Kakek Tetangganya Sendiri
Baca juga; DPRD Balikpapan Segera Panggil Dinkes Bahas Dana Insentif Tenaga Kesehatan yang Belum Terserap
"Kebijakan pemerintah membantu BLT 3 bulan, kita tetap laksanakan, bulan ini terakhir. Yang jelas sejak Maret, April dan Mei. Kebetulan Mei ini (habis) di Juni. Yang jelas. Kemarin, kan, terakhir. BLT tetap, sama. Kemarin Sudah 2 periode, tinggal sekali lagi," urainya.
Sementara, Ketua Komisi II DPRD Bontang, H Rustam mengatakan pihaknya percaya pemerintah tak mungkin menghabiskan anggaran Rp149 miliar, apabila masyarakat dinilai bisa mandiri dalam kenormalan baru saat ini, maka program-program bantuan bisa saja disetop.
"Anggaran Covid-19 yang disusun Tim senilai Rp68 miliar tak sampai situ, alhamdulillah. Saya berharap cukup sampai di sini saja. Artinya APBD kita, banyak ekgiatan di-nolkan, kembali ke nomenklatur masing-masing," ungkapnya. (Tribunkaltim.co/Fachri)
IKUTI >>Update Virus Corona
IKUTI >>Update Virus Corona di Bontang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/didampingi-polisi-dan-jaksa.jpg)