Bawa Surat Non-Reaktif, Pasien Positif Corona di Bali Lolos ke Bondowoso, Sempat Menolak Diisolasi

Perlu ada kesadaran dan pemahaman yang kuat agar warga yang terpapar virus corona mau menuruti saran para tenaga medis dalam menjalani perawatan

(Shutterstock)
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 

TRIBUNKALTIM.CO - Perlu ada kesadaran dan pemahaman yang kuat agar warga yang terpapar virus corona mau menuruti saran para tenaga medis dalam menjalani perawatan di rumah sakit.

Tidak boleh menolak diisolasi di rumah sakit, apabila kondisinya sudah parah. Karena berpotensi menular ke anggota keluarga dan orang-orang terdekat.

Pemerintah juga harus bertindak tegas, jika perlu memaksa pasien yang keras kepala untuk dirawat di rumah sakit.

S, seorang perempuan asal Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur dinyatakan positif Covid-19 saat bekerja di Bali. S tertular dari majikannya yang sebelumnya lebih dulu dinyatakan positif Covid-19.

Ia diketahui terpapar setelah menjalani tes swab. Saat itu, rencananya S akan diisolasi dan dirawat di salah satu rumah sakit di Bali.

Baca juga; Selain Soroti Jokowi, Sudjiwo Tedjo Sindir Anak Buah Erick Thohir di BUMN, Reaksinya di ILC TV One

Baca juga; Baru Promo Indomaret Periode 1-7 Juli 2020, Belanja Jadi Hemat, Pampers Anak Turun Harga

Namun S menolak untuk diisolasi di rumah sakit. Ia memilih melarikan diri bersama suaminya dan pulang ke kampungnya di Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso.

Ia keluar dari Bali dan menyeberang ke Jawa dengan berbekal hasil rapid test sebelumnya yang dinyatakan non-reaktif.

Saat melewati petugas yang memeriksa, ia menunjukkan surat non-reaktif sehingga lolos sampai ke kampung halamannya. Setiba di Bondowoso, pasien S langsung diamankan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bondowoso Jawa Timur.

Halaman
12
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved