Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Kuota Jalur Khusus Hanya 20 Siswa, Hari Ini Penutupan Pendaftaran Reguler PPDB SMKN 2 Sendawar

Pendaftaran ditutup Kamis (2/7/2020) hari ini. Selanjutnya Jumat (3/7) besok, pihaknya akan mengumumkan para siswa yang lulus

HUMASKAB KUBAR
PPDB ONLINE - Sabariah ST, Panitia/Administrasi PPDB Online di SMKN 2 Sendawar, Kutai Barat. 

SENDAWAR - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMKN 2 Sendawar dilakukan secara online untuk program reguler, telah digelar sejak 29 Juni-2 Juli. Hingga saat ini terdapat 142 peserta yang mendaftar. SMKN 2 Sendawar hanya mampu menampung 252 siswa.

Sabariah ST, Panitia/Administrasi PPDB Online menjelaskan, selain jalur reguler di SMKN 2 Sendawar juga membuka jalur khusus dari 22-25 Juni 2020. Jalur khusus tersebut adalah jalur prestasi, anak guru dan siswa yang mengikuti orangtua yang pindah tugas. Kuotanya hanya 20 orang.

Pendaftaran ditutup Kamis (2/7/2020) hari ini. Selanjutnya Jumat (3/7) besok, pihaknya akan mengumumkan para siswa yang lulus seleksi berkas, dan kemudian pada 4-6 Juli dilakukan pendaftaran ulang. Itu semua dilakukan secara online.

Sesuai kalender pendidikan, pada 12 Juli siswa sudah aktif belajar. Namun belum diketahui apakah nanti belajar secara tatap muka atau masih belajar secara online. Saat ini pihak sekolah menunggu edaran pemerintah terkait aturan belajar mengajar.

Ia juga menjelaskan, untuk menunjang pendaftaran secara online pihak sekolah bekerjasama dengan PT Telkom yang dikoordinir oleh Provinsi Kaltim dan jaringan juga cukup lancar.

Dalam proses pendaftaran online, menurutnya, tentu ada beberapa kendala salah satunya pendaftaran ganda, dimana calon siswa tersebut sudah terdaftar di sekolah lain sehingga pihak sekolah tidak bisa memasukkan karena sistem tidak menerima pendaftaran ganda.

Untuk mengatasi calon siswa yang mendaftar ganda, pihak sekolah melakukan konfirmasi kepada calon siswa dimana calon siswa positif memilih sekolah yang dituju. Jika memilih sekolah A maka pendaftaran di sekolah B harus dibatalkan.

Selain data ganda, kata Sabariah, pihaknya juga terkendala dalam Nomor Induk Siswa Nasional tidak terdeteksi oleh sistem sebab ada beberapa siswa yang belum bisa masuk.

”Jika belum masuk sistem otomatis siswa tersebut tidak bisa diterima, terkeculian ada kebijakan ada penerimaan offline. Namun selama ini belum ada aturan penerimaan secara offline,” ujar Sabariah.

Pihak sekolah berharap pandemi cepat berlalu, karena belajar online tidak sama dengan tatap muka. Sebab banyak siswa berdomisili di kampung-kampung yang sulit mendapatkan jaringan internet, sehingga tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar.(advertorial/hms10/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved